• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  •                                                       

    Adisty Widyan Perwita Sari, gelar Pendampingan Perangkat Desa dalam Mengembangkan UMKM dan Memfasilitasi NIB di Desa Bebel (31/07/2024) (foto: dokumen pribadi)

    Pekalongan - Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNDIP di Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto gelar Pendampingan Perangkat Desa dalam Mengembangkan UMKM dan Memfasilitasi NIB di Desa Bebel (31/07/2024).

    Pelaksanaan program kerja tersebut dilakukan secara personal pada para perangkat desa di Kantor Balai Desa Bebel dan door to door beberapa pelaku UMKM

    Desa Bebel merupakan salah satu desa di Kecamatan Wonokerto yang tergolong cukup maju. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pelaku UMKM di desa tersebut. Dimana sebagian besar merupakan usaha yang bergerak di bidang food and beverages.

    Akan tetapi, pemerintah kesulitan dalam melakukan rekap daftar para pelaku UMKM tersebut dikarenakan tidak semua UMKM memiliki nomor izin berusaha atau Nomor Induk Berusaha (NIB) yang terdaftar di sistem pemerintahan. Akibatnya, pemerintah belum mampu mengawasi perkembangan UMKM di Desa Bebel.

    Terlebih lagi, dikarenakan penduduk masyarakat Bebel, yakni sekitar 3100-an merupakan penduduk berusia di atas 46 tahun, yang mana kurang melek terhadap pentingnya perizinan usaha.

    NIB sendiri memiliki manfaat penting, yaitu sebagai identias dan legalitas usaha agar tidak ada usaha serupa yang melakukan plagiasi terhadap usaha yang lainnya. Selain itu, dengan mendaftarkan NIB, para pelaku UMKM akan dimudahkan mendapatkan akses pembiayaan dari lembaga keuangan negara karena usaha mereka merupakan usaha yang sah dan teridentifikasi dengan jelas.

    Oleh karenanya, salah satu mahasiswi KKN UNDIP, Adisty Widyan berupaya menggelar program Pendampingan Perangkat Desa dalam Mengembangkan UMKM dan Memfasilitasi NIB di Desa Bebel, dengan harapan terbentuknya pribadi perangkat pemerintah desa yang mampu merangkul dan mewadahi para pelaku UMKM dalam upaya memajukan perekonomian desa.

    Program ini telah mendapatkan dukungan dari Kepala Desa Bebel dan Carik Desa Bebel. “Ini sangat menarik, ya Mbak. Memang kami kesulitan untuk melacak perkembangan UMKM karena beberapa dari mereka masih belum mendaftarkan NIB usaha mereka,” ujar Rohmah, Carik Desa Bebel.

    Demikian informasi terkait mahasiswi KKN UNDIP Desa Bebel melaksanakan program kerja monodisiplin mengenai Pendampingan Perangkat Desa dalam Mengembangkan UMKM dan Memfasilitasi NIB di Desa Bebel.

    Penulis: Adisty Widyan Perwita Sari, Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Tuswan, ST

  • Ghina Syakila, Edukasi/Penyuluhan Pencegahan Stunting Melalui Konsumsi Ikan dan Pemanfaatan Teknologi di Desa Bebel (30/07/2024) (foto: dokumen pribadi)

    Pekalongan - Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip di Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto, gelar kegiatan Edukasi/Penyuluhan Pencegahan Stunting Melalui Konsumsi Ikan dan Pemanfaatan Teknologi di Desa Bebel.

    Wahyudi, A.Md, kepala Desa Bebel, menyebutkan bahwa kasus stunting di Desa Bebel tertinggi sekecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Desa ini memiliki angka stunting yang tinggi dikarenakan populasi penduduk yang juga tinggi dibandingkan desa lainnya di Kecamatan Wonokerto. Dengan kondisi ini, kebutuhan deteksi dini tumbuh kembang anak untuk menangani masalah stunting di Desa Bebel menjadi semakin penting.

    Aplikasi Langkah, yang dibuat oleh mahasiswa Universitas Diponegoro, mengandalkan peran-peran mahasiswa lainnya yang tersebar di berbagai lokasi penerjunan KKN untuk menyebarkan informasi tentang aplikasi ini kepada seluruh lapisan masyarakat. Ghina Syakila, mahasiswi jurusan Psikologi yang ditempatkan di Desa Bebel, mengambil peran untuk turut berkontribusi memperkenalkan aplikasi tersebut kepada masyarakat Bebel, terutama pada ibu-ibu peserta posyandu.

    Edukasi/penyuluhan terkait pengenalan aplikasi dilakukan pada Selasa, 30 Juli 2024, di Pos 5 Posyandu Seruni Desa Bebel dengan peserta meliputi kader posyandu, ibu-ibu PKK, dan peserta posyandu.

    Aplikasi Langkah (langkahkembang.com) menjadi salah satu program inovatif yang diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan anak-anak di Desa Bebel dan menurunkan angka stunting. Aplikasi ini dilengkapi fitur pemantauan tumbuh kembang anak berdasarkan tugas perkembangan berdasarkan teori Piaget serta grafik pertumbuhan fisik anak. Kedua fitur ini digunakan sebagai deteksi dini masalah perkembangan anak baik secara psikologis (keterlambatan) atau secara fisik (stunting).

    Langkah menjadi solusi bagi orang tua untuk mendeteksi pertumbuhan dan perkembangan anak secara lebih mudah dan cepat. Fitur-fitur yang tersedia membantu orang tua untuk secara mandiri memantau tumbuh kembang anak mereka. Harapannya, hadirnya aplikasi Langkah dapat membuat para orang tua lebih proaktif dalam mengidentifikasi gejala stunting dan mengambil langkah pencegahan maupun penanganan yang tepat agar perkembangan anak-anak mereka optimal.

    Penulis: Ghina Syakila, Psikologi, Fakultas Psikologi

    Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Tuswan, ST

  •  

     

    Pekalongan (26/07/2024) - Bebel, Jawa Tengah - Pembuatan monografi kependudukan di Desa Bebel menjadi perhatian utama pemerintah desa dan warga setempat. Proses ini bertujuan untuk memperoleh data yang akurat mengenai jumlah penduduk, kondisi sosial, ekonomi, serta potensi desa yang bisa dikembangkan.

    Clarissa Silvia Agustin, seorang mahasiswa jurusan Statistika Universitas Diponegoro yang tergabung dalam KKN TIM II Undip 2023/2024, memberikan pelatihan pembuatan monografi kependudukan menggunakan aplikasi Canva kepada perangkat desa dan anak magang di Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Selain untuk memperoleh data yang akurat, program ini juga bertujuan untuk menjelaskan pentingnya monografi kependudukan sebagai dasar perencanaan pembangunan desa yang lebih terarah dan tepat sasaran.

     

    Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2024 pukul 10.00 WIB di Balai Desa Bebel. Kegiatan berlangsung dua tahap, yaitu pelatihan pembuatan serta pemasangan banner monografi kependudukan Desa Bebel. Dalam program ini terdapat tiga tahap, langkah pertama mengumpulkan data serta menginput data-data seperti jumlah penduduk, mata pencaharian, pendidikan, batas demografis menggunakan Google Spreedsheets. Langkah kedua, membuat diagram-diagram dari data yang telah dibuat dan dianalisis. Langkah terakhir, membuat desain monografi menggunakan aplikasi Canva. Desain yang dibuat kemudian dicetak dalam bentuk stand banner dan dipasang di depan balai desa dengan tujuan dapat dilihat dan dipahami masyarakat yang datang.

    Perangkat Desa Bebel dan anak magang menyambut pelatihan dengan sangat antusias, terutama untuk anak magang yang tergolong masih muda untuk bekal nantinya dapat menyajikan data kependudukan dengan lebih menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat, serta dapat memajukan Desa Bebel.

    Penulis: Clarissa Silvia Agustin, Prodi Statistika Fakultas Sains dan Matematika, 24050121120015, KKN TIM II Universitas Diponegoro 2023/2024

    DPL : Dr Tuswan, S.T.

     

  • Api-Api, (20/08/2024) - Lintang, Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro, mengadakan program kerja mengenai edukasi mengenai label produk makanan dan pembuatan label produk agar menarik dan informatif. Desa Api-Api, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, merupakan salah satu desa pesisir dengan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang cukup besar. Namun, banyak dari pelaku UMKM di desa ini menghadapi kendala dalam memasarkan produk mereka secara efektif. Kurangnya pengetahuan tentang pemasaran modern dan kurangnya branding yang kuat menjadi hambatan utama dalam meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas. Melihat permasalahan ini, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari mahasiswa Tim II KKN hadir untuk membantu memberikan solusi praktis dalam membantu UMKM di Desa Api-Api.

    Program kerja KKN ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemasaran produk UMKM di Desa Api-Api melalui pembuatan logo dan label produk yang informatif dan menarik. Dengan adanya logo yang profesional dan label produk yang sesuai dengan standar pasar, diharapkan produk-produk dari UMKM di Desa Api-Api dapat lebih mudah dikenali dan diminati oleh konsumen. Program ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pelaku UMKM tentang pentingnya branding dan pemasaran yang efektif dalam meningkatkan penjualan.

    Pada program kerja ini melibatkan seluruh UMKM warga Desa Api-Api. Program kerja ini dilaksanakan di Balai Desa Api-Api. Program kerja ini berjalan bersamaan dengan program pendampingan BPN terkait label kemasan produk bagi UMKM. Penyampaian materi diawali dengan penjelasan pentingnya label makanan dalam suatu produk makanan. Dalam pelaksanaan program ini, tim KKN menerapkan beberapa metode yang dirancang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan antara lain yaitu survey dan analisis kebutuhan, Tim KKN melakukan survey awal untuk mengidentifikasi produk-produk unggulan UMKM di Desa Api-Api yang membutuhkan peningkatan dalam aspek branding dan pemasaran. Analisis kebutuhan ini penting untuk menentukan desain logo dan label yang sesuai dengan karakteristik produk. Selanjutnya Pelatihan Desain dan Branding, Tim KKN memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM tentang dasar-dasar desain logo, pentingnya branding, dan cara membuat label produk yang informatif. Pelatihan ini melibatkan penggunaan software desain grafis yang sederhana dan mudah dipahami oleh para pelaku UMKM. Pembuatan Logo dan Label Produk, Berdasarkan hasil survey dan pelatihan, tim KKN bekerja sama dengan pelaku UMKM untuk mendesain logo dan label produk yang sesuai dengan identitas dan nilai jual produk. Proses ini melibatkan diskusi dan revisi hingga mencapai hasil yang diinginkan. Terakhir, Pendampingan dan Evaluasi, setelah logo dan label produk selesai dibuat, tim KKN melakukan pendampingan untuk memastikan bahwa pelaku UMKM dapat mengaplikasikan hasil desain tersebut dalam kemasan produk mereka. Tim juga melakukan evaluasi untuk menilai efektivitas dari logo dan label yang telah dibuat dalam meningkatkan penjualan produk.

    Penulis : Lintang Caktiastika Aulia Rachman

  • Api-Api, (21/08/2024) Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan terbesar yang dihadapi masyarakat. Setiap harinya, jutaan ton sampah dihasilkan dari kegiatan rumah tangga, industri, dan komersial. Ketika sampah tidak dikelola dengan baik, terutama sampah non-organik seperti plastik, dampaknya bisa sangat merusak lingkungan. Masalah sampah plastik telah menjadi isu lingkungan yang serius di banyak daerah, termasuk di Desa Api-Api, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Botol plastik, sebagai salah satu jenis sampah yang paling banyak ditemukan, seringkali tidak dikelola dengan baik sehingga menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Untuk mengatasi masalah ini, saya mengadakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengubah sampah botol plastik menjadi produk yang bermanfaat melalui kerajinan tangan. Pengelolaan sampah yang efektif memerlukan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Maka dari itu saya mencoba dari kalangan anak-anak khusunya SDN 01 Api-Api untuk melakukan pendekatan seperti Reduce, Reuse,dan Recycle (3R) yaitu Mengurangi penggunaan produk sekali pakai, mendaur ulang bahan yang bisa digunakan kembali, serta memanfaatkan sampah menjadi produk baru adalah langkah-langkah yang bisa diambil untuk mengatasi masalah ini. Edukasi dan kesadaran lingkungan juga sangat penting agar masyarakat lebih bertanggung jawab dalam mengelola sampahnya, sehingga dapat tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari untuk generasi mendatang.

    Program kerja KKN ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah plastik di Desa Api-Api dengan cara mendaur ulang botol plastik menjadi kerajinan tangan yang bernilai guna. Salah satu produk yang dihasilkan dari program ini adalah tempat pensil yang dibuat dari botol plastik bekas. Selain membantu mengurangi sampah, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat, khususnya anak-anak SDN 01 Api-Api dalam mengolah sampah menjadi barang yang memiliki nilai jual. Selama pelaksanaan program, mahasiswa KKN memberikan pelatihan kepada siswa-siswi SDN 01 Api-Api tentang cara membuat tempat pensil dari botol plastik bekas. Kegiatan ini diawali dengan pengumpulan botol plastik dari lingkungan sekitar sekolah. Setelah itu, para siswa diajari teknik-teknik dasar dalam memotong, mengecat, dan menghias botol plastik menjadi tempat pensil yang menarik. Program ini tidak hanya mengasah kreativitas siswa, tetapi juga mengajarkan mereka pentingnya mendaur ulang sampah dan menjaga kebersihan lingkungan. Hasil dari kegiatan ini adalah berbagai tempat pensil unik dan fungsional yang dihasilkan oleh para siswa, sekaligus peningkatan kesadaran mereka akan pentingnya pengelolaan sampah.

    Sebelum melakukan hias botol dilakukan edukasi tentang bahaya sampah botol plastik bagi lingkungan. Dalam kegiatan edukasi ini menjelaskan kepada siswa-siswi mengenai proses degradasi plastik yang sangat lambat, yang dapat berlangsung selama ratusan tahun. Mereka juga memaparkan dampak buruk dari akumulasi sampah plastik di lingkungan, seperti pencemaran tanah, air, dan laut, serta ancaman terhadap kehidupan satwa yang sering kali terjerat atau mengonsumsi plastik. Kegiatan ini diakhiri dengan ajakan kepada siswa-siswi untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dengan cara mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, dan mendaur ulang botol plastik menjadi barang yang bermanfaat. Para siswa juga diajak untuk menularkan pengetahuan ini kepada keluarga dan teman-teman mereka, sehingga dampak positif dari edukasi ini dapat meluas ke masyarakat sekitar. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan generasi muda di Desa Api-Api dapat tumbuh dengan kesadaran lingkungan yang tinggi, serta mampu berkontribusi dalam upaya pelestarian alam di masa depan.

    Penulis : Lintang Caktiastika Aulia Rachman

  • Api-Api, (22/08/2024) Alur birokrasi merupakan serangkaian proses atau prosedur yang harus diikuti oleh individu atau kelompok dalam berinteraksi dengan lembaga pemerintah atau organisasi untuk menyelesaikan suatu urusan administratif. Alur ini biasanya mencakup langkah-langkah yang sistematis dan terstruktur, mulai dari pengajuan permohonan, verifikasi dokumen, hingga penyelesaian dan penerbitan keputusan atau dokumen yang dimohonkan. Alur birokrasi dirancang untuk memastikan bahwa setiap permohonan atau tindakan administratif diproses secara adil, transparan, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, alur birokrasi juga sering kali dianggap sebagai mekanisme pengawasan dan kontrol dalam pelaksanaan kebijakan publik. Dengan adanya alur yang jelas dan tertib, setiap tindakan administratif dapat dipertanggungjawabkan, dan setiap keputusan yang diambil dapat didasarkan pada data dan informasi yang valid. Namun, alur birokrasi juga sering kali dikritik jika terlalu rumit atau berbelit-belit, karena dapat memperlambat proses pelayanan publik dan menimbulkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut. Oleh karena itu, upaya untuk menyederhanakan alur birokrasi tanpa mengurangi aspek kepatuhan dan transparansi menjadi penting dalam reformasi administrasi publik.

    Proses pengurusan dokumen kependudukan, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, dan dokumen lainnya, dimulai dengan pengumpulan berkas persyaratan yang dibutuhkan. Calon pemohon harus menyiapkan dokumen-dokumen pendukung seperti fotokopi KTP, KK, surat nikah, dan dokumen lainnya sesuai dengan jenis permohonan. Setelah semua berkas lengkap, pemohon dapat mengajukan permohonan di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat atau melalui layanan online jika tersedia. Setelah berkas diajukan, petugas Disdukcapil akan memeriksa kelengkapan dan keabsahan dokumen yang diserahkan. Apabila semua persyaratan terpenuhi, petugas akan memproses permohonan tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku. Proses verifikasi ini meliputi pengecekan data pemohon di sistem administrasi kependudukan, yang memastikan bahwa tidak ada data yang ganda atau tidak valid. Jika ada kekurangan atau ketidaksesuaian dalam berkas, pemohon akan diminta untuk melengkapi atau memperbaikinya.

    Program kerja KKN pembuatan persyaratan dokumen kependudukan di Desa Api-Api bertujuan untuk membantu warga desa dalam memahami dan memenuhi persyaratan administratif yang diperlukan untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan Akta Kelahiran. Program ini dirancang untuk memberikan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat agar lebih mudah dalam mengurus dokumen penting tersebut, sehingga setiap warga desa dapat memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

     

    Penulis : Ariel Wisley Kurniawan

  • Pelaksanaan Program Kerja Inovasi Abon Ikan Tongkol sebagai Solusi Pencegahan Stunting di Desa Bebel

    Pada 2 Agustus 2024, Balai Desa Bebel menjadi saksi pelaksanaan program pelatihan pembuatan abon ikan tongkol yang diadakan oleh mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu PKK, kader posyandu, serta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di desa tersebut. Dengan tujuan mengedukasi dan memberdayakan masyarakat, pelatihan ini mengombinasikan keterampilan praktis dengan pengetahuan gizi yang penting bagi kesehatan keluarga, sekaligus mendukung pencegahan stunting yang kian meresahkan.

    Program kerja pencegahan stunting yang dibawakan oleh mahasiswa KKN dibagi menjadi dua kegiatan besar, yakni pelatihan pembuatan abon ikan tongkol dan edukasi mengenai stunting. Pelatihan ini berawal dari pemahaman bahwa ikan tongkol merupakan salah satu sumber protein hewani yang melimpah dan bergizi, tetapi sering kali kurang dimanfaatkan secara optimal. Banyak rumah tangga terbiasa mengolah ikan dalam bentuk yang sama tanpa menyadari potensi ikan tongkol untuk dijadikan produk olahan yang lebih menarik dan bernilai ekonomi, seperti abon. Dengan meningkatnya prevalensi masalah gizi, terutama di kalangan anak-anak, mahasiswa KKN ini merasa perlu untuk memberikan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Bebel. Selain pelatihan, rangkaian kegiatan edukasi lainnya (dilaksanakan pada 30 Juli 2024 di Pos 5 Posyandu Seruni) yakni berupa penyuluhan terkait pentingnya stok ikan di masa depan yang disampaikan oleh Karil Hari Latu, mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), penyuluhan terkait pencegahan stunting melalui GEMARIKAN oleh Novia Gavina, mahasiswi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan (FPIK), serta penyuluhan terkait deteksi dini stunting melalui pengenalan aplikasi Langkaholeh Ghina Syakila, mahasiswi Fakultas Psikologi (FPsi).

    Pada kegiatan pelatihan pembuatan abon, setelah sambutan pembuka dari kepala desa yang mengungkapkan dukungan penuh terhadap program ini, salah satu mahasiswa mulai menjelaskan tentang kandungan gizi ikan tongkol. I Kadek Hari Kesuma yang merupakan mahasiswa jurusan Teknologi Pangan Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) memaparkan terlebih dahulu mengenai cara-cara pengolahan dan penyimpanan produk perikanan yang aman dan sesuai standar Food Safety and Management System (FSMS). Pengetahuan ini sangat relevan, terutama dalam konteks pencegahan stunting —suatu kondisi yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, yang dapat memengaruhi pertumbuhan fisik dan kemampuan kognitif anak.

    Lalu, mahasiswa mulai mendemonstrasikan cara pembuatan abon dimulai dari pengenalan bahan-bahan yang diperlukan. Mahasiswa juga membagikan selebaran resep dan cara pembuatan agar audiens bisa langsung membaca secara detail mulai dari keperluan bumbu hingga takaran yang tepat sehingga dapat diterapkan di rumah. Mahasiswa KKN melakukan pembuatan abon dari awal hingga akhir proses yakni pengemasan produk akhir. Setiap tahap dilalui dengan antusiasme tinggi, di mana peserta saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, mulai dari menyimak pemisahan tulang ikan, pencampuran bahan, pengadukan abon, hingga penirisan. Setelah ditiriskan, kemudian I Kadek Hari Kesuma juga mengadakan pelatihan mengenai cara pengemasan vakum menggunakan alat pengemas vauum sealersehingga abon mempunyai daya simpan yang tahan lama.

    Pengalaman praktis ini tidak hanya membuat peserta lebih terampil dalam mengolah ikan menjadi abon, tetapi juga menyadarkan mereka bahwa produk ini dapat menjadi sumber pendapatan tambahan. Abon ikan tongkol yang dihasilkan memiliki rasa yang lezat dan nilai jual yang menarik, sehingga diharapkan bisa menjadi produk khas Desa Bebel yang bisa dijajakan di pasar. Selain itu, mahasiswa juga membagikan resep dan panduan lainnya agar peserta dapat mempraktikkan ilmu yang diperoleh dan terus berinovasi di rumah.

    Kegiatan pelatihan ini memberikan dampak yang jauh lebih dari sekadar keterampilan praktis. Setelah mengikuti pelatihan, peserta merasa lebih termotivasi untuk mengelola sumber daya lokal dengan lebih baik. Harapan besar tumbuh bahwa, dengan memperkuat keterampilan dan pengetahuan, mereka dapat berkontribusi pada peningkatan ekonomi keluarga dan komunitas. Dalam konteks pencegahan stunting, kesadaran akan pentingnya asupan gizi yang baik juga meningkat, mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan pola makan keluarga, terutama bagi anak-anak.

    Pelatihan diakhiri dengan makan abon bersama di Balai Desa. Mahasiswa KKN dari Universitas Diponegoro merasa bangga dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Desa Bebel. Program pelatihan ini diharapkan bukan hanya sebuah kegiatan satu kali, tetapi merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran gizi yang lebih baik dan mendorong produktivitas ekonomi di desa. Diharapkan kedepannya, kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut, memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, dan menjadikan Desa Bebel sebagai desa yang tidak hanya produktif dan inovatif, tetapi juga sehat.

    Penulis: Mahasiswa KKN Tim 2 Universitas Diponegoro di Desa Bebel

    Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Tuswan, ST

  • Mahasiswa KKN UNDIP Luncurkan Strategi Digital Marketing, UMKM Desa Bebel Bersiap Go Digital!

    Bebel, 26 Juli 2024— Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro meluncurkan sebuah inisiatif inovatif yang bertujuan untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bebel melalui penerapan strategi digital marketing. Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya saing UMKM lokal di era digital.

    Dalam pelaksanaan program KKN ini, para mahasiswa bekerja sama dengan perangkat desa dan para pelaku UMKM untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi dalam pemasaran produk secara online. Mereka menyusun strategi pemasaran digital yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik UMKM di desa tersebut, mulai dari pembuatan konten kreatif, penggunaan media sosial, hingga pemanfaatan platform e-commerce.

    Gambar 1. Mahasiswa KKN UNDIP Mendampingi Warga dalam Melakukan Penitikan di Google Maps

    Salah satu mahasiswa KKN yang terlibat, Daniel Oka Anjaramano, menyatakan bahwa program ini didorong oleh kebutuhan UMKM untuk beradaptasi dengan tren digital yang semakin mendominasi pasar. “Kami melihat bahwa banyak UMKM di Desa Bebel memiliki produk berkualitas, namun kurang dikenal luas karena keterbatasan akses dan pengetahuan tentang pemasaran digital. Dengan strategi yang kami rancang, kami berharap dapat membantu mereka mencapai pasar yang lebih luas dan meningkatkan penjualan mereka,” ujar Daniel.

    Selain itu, program ini juga mencakup pendampingan dalam penitikan lokasi usaha di Google Maps. Langkah ini dianggap krusial karena akan memudahkan pelanggan menemukan lokasi UMKM secara langsung, meningkatkan visibilitas usaha, dan mempermudah interaksi dengan konsumen. “Dengan adanya titik lokasi di Google Maps, konsumen dari luar daerah pun bisa dengan mudah menemukan lokasi usaha, yang tentunya bisa meningkatkan kunjungan dan penjualan,” tambah Daniel.

     

    Gambar 2. Penjelasan Langkah - Langkah Penitikan Lokasi Usaha di Google Maps

    Program ini juga melibatkan pelatihan dan workshop untuk para pelaku UMKM agar mereka bisa memahami dan menerapkan strategi digital marketing secara mandiri. Bu Juningsih, salah satu pelaku UMKM di Desa Bebel, mengungkapkan antusiasmenya terhadap program ini. “Saya sangat senang karena akhirnya bisa belajar cara memasarkan produk saya secara online. Selama ini, saya hanya mengandalkan penjualan dari mulut ke mulut dan pasar lokal. Dengan bantuan dari mahasiswa KKN, saya yakin usaha saya bisa berkembang lebih besar lagi,” katanya.

    Kepala Desa Bebel, Pak Wahyudi, turut mengapresiasi langkah yang diambil oleh para mahasiswa KKN ini. Menurutnya, program ini sangat relevan dengan kebutuhan UMKM di desa, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang menuntut inovasi dan adaptasi. “Kami sangat mendukung inisiatif ini karena UMKM adalah tulang punggung ekonomi desa. Dengan digitalisasi dan bantuan teknologi seperti Google Maps, kami berharap UMKM Desa Bebel bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

    Program KKN ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi UMKM di Desa Bebel, tidak hanya dalam hal peningkatan penjualan, tetapi juga dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang lebih adaptif terhadap teknologi. Mahasiswa KKN berencana untuk terus mendampingi para pelaku UMKM dalam beberapa bulan ke depan untuk memastikan bahwa strategi yang telah disusun dapat diimplementasikan dengan baik.

    Gambar 3. Foto Bersama Perangkat Desa dan Para Pelaku UMKM

    Dengan adanya program ini, UMKM Desa Bebel kini siap melangkah ke era digital, memperkuat posisinya di pasar, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara keseluruhan.

    Penulis: Mahasiswa KKN Tim 2 Universitas Diponegoro di Desa Bebel

    Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Tuswan, ST

© 2025 Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan. All Rights Reserved.