Berita terbaru dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan.
Wonokerto – Dalam rangka meningkatkan kapasitas pengurus dan pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Pemerintah Kecamatan Wonokerto menyelenggarakan Sosialisasi Tata Kelola Koperasi bagi Pengurus dan Pengawas KDMP yang bertempat di Pendopo Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan yang memberikan pembekalan mengenai pengelolaan koperasi yang baik, profesional, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Materi pertama disampaikan oleh Bani Prayogi, S.Psi dengan tema Manajemen Kelembagaan Koperasi. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya tata kelola organisasi koperasi yang sehat melalui pembagian tugas dan fungsi yang jelas antara pengurus, pengawas, dan anggota. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai penyelenggaraan rapat anggota, penyusunan administrasi kelembagaan, kepatuhan terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan organisasi koperasi.
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Idayanti Fadhilah, S.IP mengenai Manajemen Usaha Koperasi. Dalam sesi tersebut dijelaskan strategi pengembangan usaha koperasi agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi anggota, mulai dari perencanaan usaha, pengelolaan permodalan, penyusunan rencana kerja dan anggaran, hingga penguatan pemasaran dan pelayanan kepada anggota. Peserta juga diajak memahami pentingnya inovasi dan pengelolaan usaha yang berorientasi pada keberlanjutan sehingga koperasi dapat berkembang secara sehat dan mandiri.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh pengurus dan pengawas KDMP di Kecamatan Wonokerto semakin memahami prinsip-prinsip tata kelola koperasi yang baik (good cooperative governance), sehingga mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional. Dengan penguatan kapasitas kelembagaan dan manajemen usaha, koperasi diharapkan dapat menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat yang kuat, sehat, dan berdaya saing serta mampu mendukung peningkatan kesejahteraan anggota dan pembangunan ekonomi di wilayah Kecamatan Wonokerto.
Rabu, 5 Agustus 2026
Wonokerto – Suasana penuh khidmat dan semarak mewarnai kegiatan Sedekah Laut Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto yang diselenggarakan oleh Paguyuban Nelayan dan Bakul TPI Wonokerto di Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Wonokerto, tokoh masyarakat, para nelayan, bakul ikan, serta masyarakat setempat yang turut memeriahkan tradisi tahunan tersebut.
Sedekah Laut merupakan tradisi turun-temurun masyarakat pesisir sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan hasil laut yang telah diberikan, sekaligus memanjatkan doa agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, serta keberkahan dalam menjalankan aktivitas melaut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, dilanjutkan dengan prosesi pelarungan sesaji ke laut sebagai simbol rasa syukur dan harapan akan hasil tangkapan yang melimpah serta terhindar dari berbagai musibah di laut. Tradisi ini menjadi bagian dari kearifan lokal yang terus dilestarikan oleh masyarakat pesisir sebagai warisan budaya yang sarat akan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap alam.
Kehadiran Forkopimcam Wonokerto menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi budaya masyarakat nelayan yang tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menjadi daya tarik dalam memperkuat identitas budaya daerah. Momentum ini juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antara pemerintah, nelayan, bakul, dan seluruh elemen masyarakat.
Melalui kegiatan Sedekah Laut ini diharapkan semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat pesisir semakin kuat, serta mampu mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan di Kecamatan Wonokerto. Tradisi yang terus dijaga ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya lokal tetap hidup dan mampu berjalan selaras dengan pembangunan daerah demi terwujudnya masyarakat pesisir yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Kamis, 2 Juli 2026
Wonokerto – Dalam upaya meningkatkan kemampuan teknis dan manajerial masyarakat pesisir, Destructive Fishing Watch (DFW) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Teknis Manajerial bagi Masyarakat Nelayan dan Pembudidaya Penerima Dukungan Penghidupan Berkelanjutan yang bertempat di Aula Kantor Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Kamis (25/06/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para kepala desa se-Kecamatan Wonokerto, perwakilan kelompok nelayan, pembudidaya perikanan, serta berbagai pemangku kepentingan yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan. Hadir sebagai narasumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan yang memberikan materi terkait pengelolaan usaha perikanan, peningkatan produktivitas, serta strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kecamatan Wonokerto, Nuryadi, S.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada DFW atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan dan pembudidaya di wilayah pesisir Kecamatan Wonokerto.
Menurutnya, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan sektor perikanan dan kelautan saat ini. Oleh karena itu, para peserta diharapkan dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha serta meningkatkan pendapatan keluarga.
Dalam sesi pemaparan materi, narasumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan menjelaskan berbagai aspek teknis pengelolaan usaha perikanan dan budidaya yang efektif, mulai dari perencanaan usaha, pengelolaan keuangan kelompok, pemanfaatan teknologi tepat guna, hingga pentingnya menjaga kelestarian sumber daya laut sebagai penopang keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir.
Kegiatan pelatihan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan, seperti tantangan pemasaran hasil tangkapan dan budidaya, perubahan kondisi cuaca, serta penguatan kelembagaan kelompok nelayan dan pembudidaya.
Melalui kegiatan ini diharapkan kapasitas teknis dan manajerial masyarakat nelayan serta pembudidaya penerima dukungan penghidupan berkelanjutan dapat semakin meningkat, sehingga mampu mengembangkan usaha yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah, DFW, pemerintah desa, dan masyarakat pesisir diharapkan terus terjalin guna mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berdaya saing serta berkelanjutan di Kabupaten Pekalongan.
Kamis, 25 Juni 2026
Wonokerto – Kecamatan Wonokerto menggelar kegiatan sosialisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah secara non tunai sekaligus implementasi aplikasi Sengkuyung Mobil yang bertempat di aula Kecamatan Wonokerto. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Pekalongan dan diikuti oleh seluruh kepala desa se-Kecamatan Wonokerto.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan penerimaan daerah. Melalui sistem pembayaran non tunai, pemerintah daerah mendorong masyarakat untuk melakukan pembayaran pajak dan retribusi dengan lebih mudah, cepat, aman, serta terdokumentasi secara digital.
Dalam pemaparannya, perwakilan dari BPKD Kabupaten Pekalongan menjelaskan berbagai mekanisme pembayaran pajak dan retribusi daerah secara non tunai, termasuk pemanfaatan layanan perbankan dan kanal pembayaran digital yang telah disediakan oleh pemerintah daerah. Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai manfaat transaksi non tunai dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih dan modern.
Pada kesempatan yang sama, BPKD Kabupaten Pekalongan juga memperkenalkan implementasi aplikasi Sengkuyung Mobil sebagai salah satu inovasi digital yang mendukung pelayanan administrasi dan pengelolaan pendapatan daerah. Aplikasi tersebut diharapkan dapat mempermudah koordinasi, pelaporan, serta monitoring berbagai layanan yang berkaitan dengan pemerintahan desa dan pendapatan daerah.
Sekretaris Kecamatan Wonokerto Nuryadi,S.H dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BPKD Kabupaten Pekalongan atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut. Ia berharap seluruh kepala desa dapat memahami dan mengimplementasikan materi yang telah disampaikan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal dan sejalan dengan perkembangan teknologi informasi.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh pemerintah desa di Kecamatan Wonokerto dapat mendukung percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah serta mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi Sengkuyung Mobil guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan administrasi
Kamis, 18 Juni 2026
🚫 TOLAK KORUPSI! 🚫
Mari bersama membangun lingkungan kerja dan pelayanan publik yang bersih, jujur, transparan, serta berintegritas. Korupsi sekecil apa pun merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan.
✅ Melayani tanpa pungutan liar
✅ Menjunjung tinggi integritas dan profesionalitas
✅ Mengutamakan kepentingan masyarakat
✅ Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan terpercaya
Berani Jujur Itu Hebat!
Tolak segala bentuk korupsi demi pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat.
@pekalongankab.go.id
PelayananPublikBerkualitas
AntiKorupsi
PariwaraAntikorupsi2026
Senin, 8 Juni 2026
Wonokerto – Pemerintah Kecamatan Wonokerto menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 pada Senin, 1 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat tersebut mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” dan menggunakan logo resmi Garuda Pancasila sesuai dengan Surat Edaran Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.
Upacara dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Wonokerto, SISWANTO, S.STP., M.A.P., selaku inspektur upacara. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Forkopimcam Wonokerto, Kantor Urusan Agama (KUA), Puskesmas Wonokerto, perangkat desa se-Kecamatan Wonokerto, serta berbagai unsur pemerintahan dan lembaga terkait lainnya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, ideologi bangsa, dan pandangan hidup masyarakat Indonesia. Melalui tema yang diusung tahun ini, diharapkan Pancasila semakin menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman serta mampu menjadi inspirasi dalam membangun perdamaian, baik di tingkat nasional maupun global.
Dalam amanatnya, Plt. Camat Wonokerto menegaskan pentingnya menjaga semangat persatuan, gotong royong, dan toleransi sebagai implementasi nyata nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengajak seluruh peserta upacara untuk terus memperkuat semangat kebangsaan serta berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Rangkaian upacara berlangsung tertib dan penuh khidmat, diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, pembukaan UUD 1945, serta penyampaian amanat peringatan Hari Lahir Pancasila. Melalui peringatan ini, diharapkan seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat Kecamatan Wonokerto dapat terus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Senin, 1 Juni 2026
Berita terbaru dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan.
Wonokerto – Dalam rangka meningkatkan kapasitas pengurus dan pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Pemerintah Kecamatan Wonokerto menyelenggarakan Sosialisasi Tata Kelola Koperasi bagi Pengurus dan Pengawas KDMP yang bertempat di Pendopo Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan yang memberikan pembekalan mengenai pengelolaan koperasi yang baik, profesional, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Materi pertama disampaikan oleh Bani Prayogi, S.Psi dengan tema Manajemen Kelembagaan Koperasi. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya tata kelola organisasi koperasi yang sehat melalui pembagian tugas dan fungsi yang jelas antara pengurus, pengawas, dan anggota. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai penyelenggaraan rapat anggota, penyusunan administrasi kelembagaan, kepatuhan terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan organisasi koperasi.
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Idayanti Fadhilah, S.IP mengenai Manajemen Usaha Koperasi. Dalam sesi tersebut dijelaskan strategi pengembangan usaha koperasi agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi anggota, mulai dari perencanaan usaha, pengelolaan permodalan, penyusunan rencana kerja dan anggaran, hingga penguatan pemasaran dan pelayanan kepada anggota. Peserta juga diajak memahami pentingnya inovasi dan pengelolaan usaha yang berorientasi pada keberlanjutan sehingga koperasi dapat berkembang secara sehat dan mandiri.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh pengurus dan pengawas KDMP di Kecamatan Wonokerto semakin memahami prinsip-prinsip tata kelola koperasi yang baik (good cooperative governance), sehingga mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional. Dengan penguatan kapasitas kelembagaan dan manajemen usaha, koperasi diharapkan dapat menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat yang kuat, sehat, dan berdaya saing serta mampu mendukung peningkatan kesejahteraan anggota dan pembangunan ekonomi di wilayah Kecamatan Wonokerto.
Rabu, 5 Agustus 2026
Wonokerto – Suasana penuh khidmat dan semarak mewarnai kegiatan Sedekah Laut Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto yang diselenggarakan oleh Paguyuban Nelayan dan Bakul TPI Wonokerto di Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Wonokerto, tokoh masyarakat, para nelayan, bakul ikan, serta masyarakat setempat yang turut memeriahkan tradisi tahunan tersebut.
Sedekah Laut merupakan tradisi turun-temurun masyarakat pesisir sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan hasil laut yang telah diberikan, sekaligus memanjatkan doa agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, serta keberkahan dalam menjalankan aktivitas melaut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, dilanjutkan dengan prosesi pelarungan sesaji ke laut sebagai simbol rasa syukur dan harapan akan hasil tangkapan yang melimpah serta terhindar dari berbagai musibah di laut. Tradisi ini menjadi bagian dari kearifan lokal yang terus dilestarikan oleh masyarakat pesisir sebagai warisan budaya yang sarat akan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap alam.
Kehadiran Forkopimcam Wonokerto menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi budaya masyarakat nelayan yang tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menjadi daya tarik dalam memperkuat identitas budaya daerah. Momentum ini juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antara pemerintah, nelayan, bakul, dan seluruh elemen masyarakat.
Melalui kegiatan Sedekah Laut ini diharapkan semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat pesisir semakin kuat, serta mampu mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan di Kecamatan Wonokerto. Tradisi yang terus dijaga ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya lokal tetap hidup dan mampu berjalan selaras dengan pembangunan daerah demi terwujudnya masyarakat pesisir yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Kamis, 2 Juli 2026
Wonokerto – Dalam upaya meningkatkan kemampuan teknis dan manajerial masyarakat pesisir, Destructive Fishing Watch (DFW) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Teknis Manajerial bagi Masyarakat Nelayan dan Pembudidaya Penerima Dukungan Penghidupan Berkelanjutan yang bertempat di Aula Kantor Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Kamis (25/06/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para kepala desa se-Kecamatan Wonokerto, perwakilan kelompok nelayan, pembudidaya perikanan, serta berbagai pemangku kepentingan yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan. Hadir sebagai narasumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan yang memberikan materi terkait pengelolaan usaha perikanan, peningkatan produktivitas, serta strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kecamatan Wonokerto, Nuryadi, S.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada DFW atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan dan pembudidaya di wilayah pesisir Kecamatan Wonokerto.
Menurutnya, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan sektor perikanan dan kelautan saat ini. Oleh karena itu, para peserta diharapkan dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha serta meningkatkan pendapatan keluarga.
Dalam sesi pemaparan materi, narasumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan menjelaskan berbagai aspek teknis pengelolaan usaha perikanan dan budidaya yang efektif, mulai dari perencanaan usaha, pengelolaan keuangan kelompok, pemanfaatan teknologi tepat guna, hingga pentingnya menjaga kelestarian sumber daya laut sebagai penopang keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir.
Kegiatan pelatihan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan, seperti tantangan pemasaran hasil tangkapan dan budidaya, perubahan kondisi cuaca, serta penguatan kelembagaan kelompok nelayan dan pembudidaya.
Melalui kegiatan ini diharapkan kapasitas teknis dan manajerial masyarakat nelayan serta pembudidaya penerima dukungan penghidupan berkelanjutan dapat semakin meningkat, sehingga mampu mengembangkan usaha yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah, DFW, pemerintah desa, dan masyarakat pesisir diharapkan terus terjalin guna mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berdaya saing serta berkelanjutan di Kabupaten Pekalongan.
Kamis, 25 Juni 2026
Wonokerto – Kecamatan Wonokerto menggelar kegiatan sosialisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah secara non tunai sekaligus implementasi aplikasi Sengkuyung Mobil yang bertempat di aula Kecamatan Wonokerto. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Pekalongan dan diikuti oleh seluruh kepala desa se-Kecamatan Wonokerto.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan penerimaan daerah. Melalui sistem pembayaran non tunai, pemerintah daerah mendorong masyarakat untuk melakukan pembayaran pajak dan retribusi dengan lebih mudah, cepat, aman, serta terdokumentasi secara digital.
Dalam pemaparannya, perwakilan dari BPKD Kabupaten Pekalongan menjelaskan berbagai mekanisme pembayaran pajak dan retribusi daerah secara non tunai, termasuk pemanfaatan layanan perbankan dan kanal pembayaran digital yang telah disediakan oleh pemerintah daerah. Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai manfaat transaksi non tunai dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih dan modern.
Pada kesempatan yang sama, BPKD Kabupaten Pekalongan juga memperkenalkan implementasi aplikasi Sengkuyung Mobil sebagai salah satu inovasi digital yang mendukung pelayanan administrasi dan pengelolaan pendapatan daerah. Aplikasi tersebut diharapkan dapat mempermudah koordinasi, pelaporan, serta monitoring berbagai layanan yang berkaitan dengan pemerintahan desa dan pendapatan daerah.
Sekretaris Kecamatan Wonokerto Nuryadi,S.H dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BPKD Kabupaten Pekalongan atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut. Ia berharap seluruh kepala desa dapat memahami dan mengimplementasikan materi yang telah disampaikan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal dan sejalan dengan perkembangan teknologi informasi.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh pemerintah desa di Kecamatan Wonokerto dapat mendukung percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah serta mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi Sengkuyung Mobil guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan administrasi
Kamis, 18 Juni 2026
🚫 TOLAK KORUPSI! 🚫
Mari bersama membangun lingkungan kerja dan pelayanan publik yang bersih, jujur, transparan, serta berintegritas. Korupsi sekecil apa pun merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan.
✅ Melayani tanpa pungutan liar
✅ Menjunjung tinggi integritas dan profesionalitas
✅ Mengutamakan kepentingan masyarakat
✅ Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan terpercaya
Berani Jujur Itu Hebat!
Tolak segala bentuk korupsi demi pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat.
@pekalongankab.go.id
PelayananPublikBerkualitas
AntiKorupsi
PariwaraAntikorupsi2026
Senin, 8 Juni 2026
Wonokerto – Pemerintah Kecamatan Wonokerto menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 pada Senin, 1 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat tersebut mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” dan menggunakan logo resmi Garuda Pancasila sesuai dengan Surat Edaran Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.
Upacara dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Wonokerto, SISWANTO, S.STP., M.A.P., selaku inspektur upacara. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Forkopimcam Wonokerto, Kantor Urusan Agama (KUA), Puskesmas Wonokerto, perangkat desa se-Kecamatan Wonokerto, serta berbagai unsur pemerintahan dan lembaga terkait lainnya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, ideologi bangsa, dan pandangan hidup masyarakat Indonesia. Melalui tema yang diusung tahun ini, diharapkan Pancasila semakin menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman serta mampu menjadi inspirasi dalam membangun perdamaian, baik di tingkat nasional maupun global.
Dalam amanatnya, Plt. Camat Wonokerto menegaskan pentingnya menjaga semangat persatuan, gotong royong, dan toleransi sebagai implementasi nyata nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengajak seluruh peserta upacara untuk terus memperkuat semangat kebangsaan serta berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Rangkaian upacara berlangsung tertib dan penuh khidmat, diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, pembukaan UUD 1945, serta penyampaian amanat peringatan Hari Lahir Pancasila. Melalui peringatan ini, diharapkan seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat Kecamatan Wonokerto dapat terus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Senin, 1 Juni 2026