Berita terbaru dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan.
Wonokerto, 17 Agustus 2026 — Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Wonokerto dilaksanakan dengan khidmat di Lapangan Desa Rowoyoso, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Senin (17/8/2026).
Upacara tersebut diikuti oleh unsur Forkopimcam Wonokerto, jajaran pemerintahan desa se-Kecamatan Wonokerto, aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan tertib dan penuh semangat nasionalisme.
Bertindak selaku Inspektur Upacara, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Maman, S.H., M.H., Kapolsek Wiradesa. Dalam pelaksanaan upacara, Inspektur Upacara menyampaikan amanat yang mengajak seluruh peserta untuk terus mengenang dan menghargai jasa para pahlawan serta mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, menjaga persatuan, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan gotong royong di tengah masyarakat. Kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu bangsa diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun Kecamatan Wonokerto agar semakin maju, aman, dan sejahtera.
Suasana upacara semakin khidmat saat pengibaran Sang Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh peserta mengikuti prosesi dengan penuh penghormatan sebagai bentuk rasa cinta dan penghargaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Melalui peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, diharapkan semangat perjuangan para pahlawan dapat terus diwariskan kepada generasi muda. Semangat tersebut diwujudkan melalui peningkatan kedisiplinan, persatuan, gotong royong, serta kontribusi positif dalam pembangunan daerah.
Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kecamatan Wonokerto ditutup dengan doa bersama dan berlangsung aman, tertib, serta lancar.
Senin, 17 Agustus 2026
Wonokerto, Agustus 2026 — Menjelang pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kecamatan Wonokerto melaksanakan upacara pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kecamatan Wonokerto. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Aula Kecamatan Wonokerto dan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Wonokerto serta para orang tua anggota Paskibraka.
Bertindak sebagai pemimpin upacara sekaligus pengukuh Paskibraka, Plt. Camat Wonokerto SISWANTO, S.STP., M.A.P. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah mengikuti rangkaian latihan dengan penuh kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat.
Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi para anggota Paskibraka sebelum menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Para anggota Paskibraka diharapkan mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya serta menjadi teladan bagi generasi muda, khususnya dalam hal kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, dan rasa cinta tanah air.
Kehadiran para orang tua anggota Paskibraka turut memberikan suasana haru dan kebanggaan tersendiri. Dukungan orang tua menjadi salah satu motivasi penting bagi para anggota Paskibraka dalam menjalankan tugas dan mengikuti seluruh proses latihan hingga pelaksanaan upacara.
Dalam sambutannya, Plt. Camat Wonokerto juga mengingatkan kepada seluruh anggota Paskibraka agar menjaga kesehatan, kekompakan, serta selalu menjunjung tinggi nama baik sekolah, keluarga, dan Kecamatan Wonokerto. Tugas sebagai Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhan.
Dengan dilaksanakannya pengukuhan tersebut, seluruh anggota Paskibraka Kecamatan Wonokerto secara resmi siap mengemban tugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan pengukuhan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh khidmat. Momentum tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat nasionalisme serta membentuk generasi muda Kecamatan Wonokerto yang disiplin, berkarakter, dan memiliki rasa cinta yang kuat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia
Sabtu, 15 Agustus 2026
Wonokerto – Dalam rangka meningkatkan kapasitas pengurus dan pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Pemerintah Kecamatan Wonokerto menyelenggarakan Sosialisasi Tata Kelola Koperasi bagi Pengurus dan Pengawas KDMP yang bertempat di Pendopo Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan yang memberikan pembekalan mengenai pengelolaan koperasi yang baik, profesional, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Materi pertama disampaikan oleh Bani Prayogi, S.Psi dengan tema Manajemen Kelembagaan Koperasi. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya tata kelola organisasi koperasi yang sehat melalui pembagian tugas dan fungsi yang jelas antara pengurus, pengawas, dan anggota. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai penyelenggaraan rapat anggota, penyusunan administrasi kelembagaan, kepatuhan terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan organisasi koperasi.
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Idayanti Fadhilah, S.IP mengenai Manajemen Usaha Koperasi. Dalam sesi tersebut dijelaskan strategi pengembangan usaha koperasi agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi anggota, mulai dari perencanaan usaha, pengelolaan permodalan, penyusunan rencana kerja dan anggaran, hingga penguatan pemasaran dan pelayanan kepada anggota. Peserta juga diajak memahami pentingnya inovasi dan pengelolaan usaha yang berorientasi pada keberlanjutan sehingga koperasi dapat berkembang secara sehat dan mandiri.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh pengurus dan pengawas KDMP di Kecamatan Wonokerto semakin memahami prinsip-prinsip tata kelola koperasi yang baik (good cooperative governance), sehingga mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional. Dengan penguatan kapasitas kelembagaan dan manajemen usaha, koperasi diharapkan dapat menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat yang kuat, sehat, dan berdaya saing serta mampu mendukung peningkatan kesejahteraan anggota dan pembangunan ekonomi di wilayah Kecamatan Wonokerto.
Rabu, 5 Agustus 2026
Wonokerto – Suasana penuh khidmat dan semarak mewarnai kegiatan Sedekah Laut Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto yang diselenggarakan oleh Paguyuban Nelayan dan Bakul TPI Wonokerto di Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Wonokerto, tokoh masyarakat, para nelayan, bakul ikan, serta masyarakat setempat yang turut memeriahkan tradisi tahunan tersebut.
Sedekah Laut merupakan tradisi turun-temurun masyarakat pesisir sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan hasil laut yang telah diberikan, sekaligus memanjatkan doa agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, serta keberkahan dalam menjalankan aktivitas melaut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, dilanjutkan dengan prosesi pelarungan sesaji ke laut sebagai simbol rasa syukur dan harapan akan hasil tangkapan yang melimpah serta terhindar dari berbagai musibah di laut. Tradisi ini menjadi bagian dari kearifan lokal yang terus dilestarikan oleh masyarakat pesisir sebagai warisan budaya yang sarat akan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap alam.
Kehadiran Forkopimcam Wonokerto menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi budaya masyarakat nelayan yang tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menjadi daya tarik dalam memperkuat identitas budaya daerah. Momentum ini juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antara pemerintah, nelayan, bakul, dan seluruh elemen masyarakat.
Melalui kegiatan Sedekah Laut ini diharapkan semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat pesisir semakin kuat, serta mampu mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan di Kecamatan Wonokerto. Tradisi yang terus dijaga ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya lokal tetap hidup dan mampu berjalan selaras dengan pembangunan daerah demi terwujudnya masyarakat pesisir yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Kamis, 2 Juli 2026
Wonokerto – Dalam upaya meningkatkan kemampuan teknis dan manajerial masyarakat pesisir, Destructive Fishing Watch (DFW) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Teknis Manajerial bagi Masyarakat Nelayan dan Pembudidaya Penerima Dukungan Penghidupan Berkelanjutan yang bertempat di Aula Kantor Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Kamis (25/06/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para kepala desa se-Kecamatan Wonokerto, perwakilan kelompok nelayan, pembudidaya perikanan, serta berbagai pemangku kepentingan yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan. Hadir sebagai narasumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan yang memberikan materi terkait pengelolaan usaha perikanan, peningkatan produktivitas, serta strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kecamatan Wonokerto, Nuryadi, S.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada DFW atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan dan pembudidaya di wilayah pesisir Kecamatan Wonokerto.
Menurutnya, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan sektor perikanan dan kelautan saat ini. Oleh karena itu, para peserta diharapkan dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha serta meningkatkan pendapatan keluarga.
Dalam sesi pemaparan materi, narasumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan menjelaskan berbagai aspek teknis pengelolaan usaha perikanan dan budidaya yang efektif, mulai dari perencanaan usaha, pengelolaan keuangan kelompok, pemanfaatan teknologi tepat guna, hingga pentingnya menjaga kelestarian sumber daya laut sebagai penopang keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir.
Kegiatan pelatihan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan, seperti tantangan pemasaran hasil tangkapan dan budidaya, perubahan kondisi cuaca, serta penguatan kelembagaan kelompok nelayan dan pembudidaya.
Melalui kegiatan ini diharapkan kapasitas teknis dan manajerial masyarakat nelayan serta pembudidaya penerima dukungan penghidupan berkelanjutan dapat semakin meningkat, sehingga mampu mengembangkan usaha yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah, DFW, pemerintah desa, dan masyarakat pesisir diharapkan terus terjalin guna mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berdaya saing serta berkelanjutan di Kabupaten Pekalongan.
Kamis, 25 Juni 2026
Wonokerto – Kecamatan Wonokerto menggelar kegiatan sosialisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah secara non tunai sekaligus implementasi aplikasi Sengkuyung Mobil yang bertempat di aula Kecamatan Wonokerto. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Pekalongan dan diikuti oleh seluruh kepala desa se-Kecamatan Wonokerto.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan penerimaan daerah. Melalui sistem pembayaran non tunai, pemerintah daerah mendorong masyarakat untuk melakukan pembayaran pajak dan retribusi dengan lebih mudah, cepat, aman, serta terdokumentasi secara digital.
Dalam pemaparannya, perwakilan dari BPKD Kabupaten Pekalongan menjelaskan berbagai mekanisme pembayaran pajak dan retribusi daerah secara non tunai, termasuk pemanfaatan layanan perbankan dan kanal pembayaran digital yang telah disediakan oleh pemerintah daerah. Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai manfaat transaksi non tunai dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih dan modern.
Pada kesempatan yang sama, BPKD Kabupaten Pekalongan juga memperkenalkan implementasi aplikasi Sengkuyung Mobil sebagai salah satu inovasi digital yang mendukung pelayanan administrasi dan pengelolaan pendapatan daerah. Aplikasi tersebut diharapkan dapat mempermudah koordinasi, pelaporan, serta monitoring berbagai layanan yang berkaitan dengan pemerintahan desa dan pendapatan daerah.
Sekretaris Kecamatan Wonokerto Nuryadi,S.H dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BPKD Kabupaten Pekalongan atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut. Ia berharap seluruh kepala desa dapat memahami dan mengimplementasikan materi yang telah disampaikan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal dan sejalan dengan perkembangan teknologi informasi.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh pemerintah desa di Kecamatan Wonokerto dapat mendukung percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah serta mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi Sengkuyung Mobil guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan administrasi
Kamis, 18 Juni 2026
Berita terbaru dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan.
Wonokerto, 17 Agustus 2026 — Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Wonokerto dilaksanakan dengan khidmat di Lapangan Desa Rowoyoso, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Senin (17/8/2026).
Upacara tersebut diikuti oleh unsur Forkopimcam Wonokerto, jajaran pemerintahan desa se-Kecamatan Wonokerto, aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan tertib dan penuh semangat nasionalisme.
Bertindak selaku Inspektur Upacara, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Maman, S.H., M.H., Kapolsek Wiradesa. Dalam pelaksanaan upacara, Inspektur Upacara menyampaikan amanat yang mengajak seluruh peserta untuk terus mengenang dan menghargai jasa para pahlawan serta mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, menjaga persatuan, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan gotong royong di tengah masyarakat. Kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu bangsa diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun Kecamatan Wonokerto agar semakin maju, aman, dan sejahtera.
Suasana upacara semakin khidmat saat pengibaran Sang Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh peserta mengikuti prosesi dengan penuh penghormatan sebagai bentuk rasa cinta dan penghargaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Melalui peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, diharapkan semangat perjuangan para pahlawan dapat terus diwariskan kepada generasi muda. Semangat tersebut diwujudkan melalui peningkatan kedisiplinan, persatuan, gotong royong, serta kontribusi positif dalam pembangunan daerah.
Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kecamatan Wonokerto ditutup dengan doa bersama dan berlangsung aman, tertib, serta lancar.
Senin, 17 Agustus 2026
Wonokerto, Agustus 2026 — Menjelang pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kecamatan Wonokerto melaksanakan upacara pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kecamatan Wonokerto. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Aula Kecamatan Wonokerto dan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Wonokerto serta para orang tua anggota Paskibraka.
Bertindak sebagai pemimpin upacara sekaligus pengukuh Paskibraka, Plt. Camat Wonokerto SISWANTO, S.STP., M.A.P. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah mengikuti rangkaian latihan dengan penuh kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat.
Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi para anggota Paskibraka sebelum menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Para anggota Paskibraka diharapkan mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya serta menjadi teladan bagi generasi muda, khususnya dalam hal kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, dan rasa cinta tanah air.
Kehadiran para orang tua anggota Paskibraka turut memberikan suasana haru dan kebanggaan tersendiri. Dukungan orang tua menjadi salah satu motivasi penting bagi para anggota Paskibraka dalam menjalankan tugas dan mengikuti seluruh proses latihan hingga pelaksanaan upacara.
Dalam sambutannya, Plt. Camat Wonokerto juga mengingatkan kepada seluruh anggota Paskibraka agar menjaga kesehatan, kekompakan, serta selalu menjunjung tinggi nama baik sekolah, keluarga, dan Kecamatan Wonokerto. Tugas sebagai Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhan.
Dengan dilaksanakannya pengukuhan tersebut, seluruh anggota Paskibraka Kecamatan Wonokerto secara resmi siap mengemban tugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan pengukuhan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh khidmat. Momentum tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat nasionalisme serta membentuk generasi muda Kecamatan Wonokerto yang disiplin, berkarakter, dan memiliki rasa cinta yang kuat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia
Sabtu, 15 Agustus 2026
Wonokerto – Dalam rangka meningkatkan kapasitas pengurus dan pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Pemerintah Kecamatan Wonokerto menyelenggarakan Sosialisasi Tata Kelola Koperasi bagi Pengurus dan Pengawas KDMP yang bertempat di Pendopo Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan yang memberikan pembekalan mengenai pengelolaan koperasi yang baik, profesional, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Materi pertama disampaikan oleh Bani Prayogi, S.Psi dengan tema Manajemen Kelembagaan Koperasi. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya tata kelola organisasi koperasi yang sehat melalui pembagian tugas dan fungsi yang jelas antara pengurus, pengawas, dan anggota. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai penyelenggaraan rapat anggota, penyusunan administrasi kelembagaan, kepatuhan terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan organisasi koperasi.
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Idayanti Fadhilah, S.IP mengenai Manajemen Usaha Koperasi. Dalam sesi tersebut dijelaskan strategi pengembangan usaha koperasi agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi anggota, mulai dari perencanaan usaha, pengelolaan permodalan, penyusunan rencana kerja dan anggaran, hingga penguatan pemasaran dan pelayanan kepada anggota. Peserta juga diajak memahami pentingnya inovasi dan pengelolaan usaha yang berorientasi pada keberlanjutan sehingga koperasi dapat berkembang secara sehat dan mandiri.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh pengurus dan pengawas KDMP di Kecamatan Wonokerto semakin memahami prinsip-prinsip tata kelola koperasi yang baik (good cooperative governance), sehingga mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional. Dengan penguatan kapasitas kelembagaan dan manajemen usaha, koperasi diharapkan dapat menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat yang kuat, sehat, dan berdaya saing serta mampu mendukung peningkatan kesejahteraan anggota dan pembangunan ekonomi di wilayah Kecamatan Wonokerto.
Rabu, 5 Agustus 2026
Wonokerto – Suasana penuh khidmat dan semarak mewarnai kegiatan Sedekah Laut Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto yang diselenggarakan oleh Paguyuban Nelayan dan Bakul TPI Wonokerto di Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Wonokerto, tokoh masyarakat, para nelayan, bakul ikan, serta masyarakat setempat yang turut memeriahkan tradisi tahunan tersebut.
Sedekah Laut merupakan tradisi turun-temurun masyarakat pesisir sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan hasil laut yang telah diberikan, sekaligus memanjatkan doa agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, serta keberkahan dalam menjalankan aktivitas melaut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, dilanjutkan dengan prosesi pelarungan sesaji ke laut sebagai simbol rasa syukur dan harapan akan hasil tangkapan yang melimpah serta terhindar dari berbagai musibah di laut. Tradisi ini menjadi bagian dari kearifan lokal yang terus dilestarikan oleh masyarakat pesisir sebagai warisan budaya yang sarat akan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap alam.
Kehadiran Forkopimcam Wonokerto menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi budaya masyarakat nelayan yang tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menjadi daya tarik dalam memperkuat identitas budaya daerah. Momentum ini juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antara pemerintah, nelayan, bakul, dan seluruh elemen masyarakat.
Melalui kegiatan Sedekah Laut ini diharapkan semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat pesisir semakin kuat, serta mampu mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan di Kecamatan Wonokerto. Tradisi yang terus dijaga ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya lokal tetap hidup dan mampu berjalan selaras dengan pembangunan daerah demi terwujudnya masyarakat pesisir yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Kamis, 2 Juli 2026
Wonokerto – Dalam upaya meningkatkan kemampuan teknis dan manajerial masyarakat pesisir, Destructive Fishing Watch (DFW) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Teknis Manajerial bagi Masyarakat Nelayan dan Pembudidaya Penerima Dukungan Penghidupan Berkelanjutan yang bertempat di Aula Kantor Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Kamis (25/06/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para kepala desa se-Kecamatan Wonokerto, perwakilan kelompok nelayan, pembudidaya perikanan, serta berbagai pemangku kepentingan yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan. Hadir sebagai narasumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan yang memberikan materi terkait pengelolaan usaha perikanan, peningkatan produktivitas, serta strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kecamatan Wonokerto, Nuryadi, S.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada DFW atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan dan pembudidaya di wilayah pesisir Kecamatan Wonokerto.
Menurutnya, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan sektor perikanan dan kelautan saat ini. Oleh karena itu, para peserta diharapkan dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha serta meningkatkan pendapatan keluarga.
Dalam sesi pemaparan materi, narasumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan menjelaskan berbagai aspek teknis pengelolaan usaha perikanan dan budidaya yang efektif, mulai dari perencanaan usaha, pengelolaan keuangan kelompok, pemanfaatan teknologi tepat guna, hingga pentingnya menjaga kelestarian sumber daya laut sebagai penopang keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir.
Kegiatan pelatihan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan, seperti tantangan pemasaran hasil tangkapan dan budidaya, perubahan kondisi cuaca, serta penguatan kelembagaan kelompok nelayan dan pembudidaya.
Melalui kegiatan ini diharapkan kapasitas teknis dan manajerial masyarakat nelayan serta pembudidaya penerima dukungan penghidupan berkelanjutan dapat semakin meningkat, sehingga mampu mengembangkan usaha yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah, DFW, pemerintah desa, dan masyarakat pesisir diharapkan terus terjalin guna mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berdaya saing serta berkelanjutan di Kabupaten Pekalongan.
Kamis, 25 Juni 2026
Wonokerto – Kecamatan Wonokerto menggelar kegiatan sosialisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah secara non tunai sekaligus implementasi aplikasi Sengkuyung Mobil yang bertempat di aula Kecamatan Wonokerto. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Pekalongan dan diikuti oleh seluruh kepala desa se-Kecamatan Wonokerto.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan penerimaan daerah. Melalui sistem pembayaran non tunai, pemerintah daerah mendorong masyarakat untuk melakukan pembayaran pajak dan retribusi dengan lebih mudah, cepat, aman, serta terdokumentasi secara digital.
Dalam pemaparannya, perwakilan dari BPKD Kabupaten Pekalongan menjelaskan berbagai mekanisme pembayaran pajak dan retribusi daerah secara non tunai, termasuk pemanfaatan layanan perbankan dan kanal pembayaran digital yang telah disediakan oleh pemerintah daerah. Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai manfaat transaksi non tunai dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih dan modern.
Pada kesempatan yang sama, BPKD Kabupaten Pekalongan juga memperkenalkan implementasi aplikasi Sengkuyung Mobil sebagai salah satu inovasi digital yang mendukung pelayanan administrasi dan pengelolaan pendapatan daerah. Aplikasi tersebut diharapkan dapat mempermudah koordinasi, pelaporan, serta monitoring berbagai layanan yang berkaitan dengan pemerintahan desa dan pendapatan daerah.
Sekretaris Kecamatan Wonokerto Nuryadi,S.H dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BPKD Kabupaten Pekalongan atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut. Ia berharap seluruh kepala desa dapat memahami dan mengimplementasikan materi yang telah disampaikan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal dan sejalan dengan perkembangan teknologi informasi.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh pemerintah desa di Kecamatan Wonokerto dapat mendukung percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah serta mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi Sengkuyung Mobil guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan administrasi
Kamis, 18 Juni 2026