Desa Bebel, (2/8) – I Kadek Hari Kesuma, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2024 dari Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP), telah melaksanakan pelatihan mengenai keamanan pangan untuk pelaku UMKM di Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, 2 Agustus 2024, dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB di Balai Desa Bebel. Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Bebel, Wahyudi, A.Md, serta 17 pelaku UMKM setempat. Pelatihan ini merupakan bagian dari program multidisiplin yang juga mencakup pembuatan abon dari ikan tongkol yang diadakan pada hari yang sama.
Gambar 1. Definisi Keamanan Pangan dan Penyebab Kontaminasi Produk Perikanan dan Hasil Laut
Sumber: Dok. Pribadi, 2024.
Kegiatan dimulai dengan sesi pemaparan materi bertema “Definisi Keamanan Pangan dan Penyebab Kontaminasi Produk Perikanan dan Hasil Laut”, yang kemudian dilanjutkan dengan materi tentang “5 Langkah Penting Keamanan Pangan”. Fokus pelatihan ini adalah untuk menanggapi tingginya kasus keracunan makanan serta meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya makanan sehat dan halal. Keamanan pangan menjadi isu krusial dalam masyarakat saat ini. Pemerintah telah menetapkan Undang-Undang Pangan No. 18 Tahun 2012 sebagai dasar hukum untuk melindungi kesehatan masyarakat dari bahaya pangan, mengatur produksi, distribusi, dan konsumsi pangan agar memenuhi standar keamanan, kualitas, dan gizi. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai aspek-aspek penting dalam menjaga keamanan pangan dan memastikan bahwa produk perikanan serta hasil laut yang dikonsumsi bebas dari kontaminasi dan aman untuk dikonsumsi.
Kepala Desa Bebel, Wahyudi, A.Md menyampaikan, "Kami sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan ini. Keamanan pangan adalah hal yang sangat penting bagi kesehatan masyarakat dan keberlangsungan usaha UMKM di desa kami. Dengan pelatihan ini, kami berharap pelaku UMKM dapat lebih memahami dan menerapkan prinsip-prinsip keamanan pangan dengan baik sehingga produk yang mereka hasilkan aman dan berkualitas tinggi. Kami juga berharap adanya kerjasama yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal."
Untuk menjamin bahwa pangan yang diproduksi bebas dari kontaminasi biologis, fisik, dan kimia, sangat penting untuk menerapkan beberapa langkah pencegahan yang efektif. Langkah-langkah tersebut meliputi menjaga kebersihan secara menyeluruh, menghindari penggunaan makanan yang telah tidak layak, menggunakan kemasan yang berkualitas baik, serta tidak menggunakan bahan tambahan pangan (BTP) secara berlebihan dan memastikan bahwa bahan tambahan yang digunakan tidak mengandung bahan berbahaya. Kontaminasi pada produk pangan, baik yang bersifat biologis, fisik, atau kimia, dapat membuat makanan tersebut tidak aman untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Bebel diharapkan untuk lebih berhati-hati dalam memilih bahan pangan dan menjaga sanitasi dan higienitas selama proses produksi, memisahkan bahan pangan mentah dari bahan pangan yang telah dimasak, serta memastikan bahwa bahan baku dimasak dengan sempurna untuk membunuh mikroba patogen.
#BEBEL #WONOKERTO #PEKALONGAN #TIM2KKNUNDIP #KKNREGULER
Penulis: I Kadek Hari Kesuma / 23020121140113 (Teknologi Pangan – Fakultas Peternakan dan Pertanian)
DPL: Dr. Tuswan, S.T.