• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Berita

Ribuan Warga Wonokerto Meriahkan Jalan Sehat HUT RI ke-80 dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-403

PEKALONGAN, 23 Agustus 2025 – Ribuan warga Kecamatan Wonokerto tumpah ruah mengikuti kegiatan jalan sehat yang digelar Pemerintah Kecamatan Wonokerto, Sabtu (23/8/2025). Start dan finish berlangsung di depan Kantor Kecamatan Wonokerto, dengan peserta dari berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak, pelajar, ASN, hingga tokoh masyarakat.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan Bangsa Indonesia sekaligus memperingati Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-403. Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan H. Sumar Rosul, jajaran Polsek Wonokerto, Kepala Desa se-Kecamatan Wonokerto, Kepala Sekolah SD dan SMP Negeri/Swasta, ASN, serta ribuan warga dari 11 desa di wilayah Wonokerto.

Untuk menambah antusiasme, panitia menyiapkan 10.200 kupon undian berhadiah dengan doorprize utama berupa seekor kambing, tiga unit sepeda listrik, satu sepeda gunung, kulkas, dua voucher umroh senilai Rp1 juta, serta ratusan hadiah menarik lainnya.

Camat Wonokerto, Abdul Qoyyum, S.H., M.A.P., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya acara. “Terima kasih kepada masyarakat Wonokerto, pemerintah desa, instansi pendidikan, para donatur, dan panitia. Semoga kegiatan ini mempererat persatuan dan menjadi wujud syukur atas kemerdekaan serta hari jadi Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Sumar Rosul, menekankan pentingnya kebersamaan. “Inti dari acara jalan sehat ini adalah kita bersama-sama mensyukuri HUT ke-80 Kemerdekaan Bangsa Indonesia sekaligus Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-403,” tuturnya.

Sejumlah warga yang hadir mengaku bangga dan senang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka menilai jalan sehat bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan memperkokoh persatuan sebagai warga bangsa.


Mahasiswa KKN UNDIP Luncurkan Strategi Digital Marketing, UMKM Desa Bebel Bersiap Go Digital!

Mahasiswa KKN UNDIP Luncurkan Strategi Digital Marketing, UMKM Desa Bebel Bersiap Go Digital!

Bebel, 26 Juli 2024 — Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro meluncurkan sebuah inisiatif inovatif yang bertujuan untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bebel melalui penerapan strategi digital marketing. Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya saing UMKM lokal di era digital.

Dalam pelaksanaan program KKN ini, para mahasiswa bekerja sama dengan perangkat desa dan para pelaku UMKM untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi dalam pemasaran produk secara online. Mereka menyusun strategi pemasaran digital yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik UMKM di desa tersebut, mulai dari pembuatan konten kreatif, penggunaan media sosial, hingga pemanfaatan platform e-commerce.

Gambar 1. Mahasiswa KKN UNDIP Mendampingi Warga dalam Melakukan Penitikan di Google Maps

Salah satu mahasiswa KKN yang terlibat, Daniel Oka Anjaramano, menyatakan bahwa program ini didorong oleh kebutuhan UMKM untuk beradaptasi dengan tren digital yang semakin mendominasi pasar. “Kami melihat bahwa banyak UMKM di Desa Bebel memiliki produk berkualitas, namun kurang dikenal luas karena keterbatasan akses dan pengetahuan tentang pemasaran digital. Dengan strategi yang kami rancang, kami berharap dapat membantu mereka mencapai pasar yang lebih luas dan meningkatkan penjualan mereka,” ujar Daniel.

Selain itu, program ini juga mencakup pendampingan dalam penitikan lokasi usaha di Google Maps. Langkah ini dianggap krusial karena akan memudahkan pelanggan menemukan lokasi UMKM secara langsung, meningkatkan visibilitas usaha, dan mempermudah interaksi dengan konsumen. “Dengan adanya titik lokasi di Google Maps, konsumen dari luar daerah pun bisa dengan mudah menemukan lokasi usaha, yang tentunya bisa meningkatkan kunjungan dan penjualan,” tambah Daniel.

 

Gambar 2. Penjelasan Langkah - Langkah Penitikan Lokasi Usaha di Google Maps

Program ini juga melibatkan pelatihan dan workshop untuk para pelaku UMKM agar mereka bisa memahami dan menerapkan strategi digital marketing secara mandiri. Bu Juningsih, salah satu pelaku UMKM di Desa Bebel, mengungkapkan antusiasmenya terhadap program ini. “Saya sangat senang karena akhirnya bisa belajar cara memasarkan produk saya secara online. Selama ini, saya hanya mengandalkan penjualan dari mulut ke mulut dan pasar lokal. Dengan bantuan dari mahasiswa KKN, saya yakin usaha saya bisa berkembang lebih besar lagi,” katanya.

Kepala Desa Bebel, Pak Wahyudi, turut mengapresiasi langkah yang diambil oleh para mahasiswa KKN ini. Menurutnya, program ini sangat relevan dengan kebutuhan UMKM di desa, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang menuntut inovasi dan adaptasi. “Kami sangat mendukung inisiatif ini karena UMKM adalah tulang punggung ekonomi desa. Dengan digitalisasi dan bantuan teknologi seperti Google Maps, kami berharap UMKM Desa Bebel bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Program KKN ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi UMKM di Desa Bebel, tidak hanya dalam hal peningkatan penjualan, tetapi juga dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang lebih adaptif terhadap teknologi. Mahasiswa KKN berencana untuk terus mendampingi para pelaku UMKM dalam beberapa bulan ke depan untuk memastikan bahwa strategi yang telah disusun dapat diimplementasikan dengan baik.

Gambar 3. Foto Bersama Perangkat Desa dan Para Pelaku UMKM

Dengan adanya program ini, UMKM Desa Bebel kini siap melangkah ke era digital, memperkuat posisinya di pasar, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara keseluruhan.

Penulis: Mahasiswa KKN Tim 2 Universitas Diponegoro di Desa Bebel

Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Tuswan, ST


Menggali Potensi Ikan Tongkol: Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Melakukan Pelatihan Pembuatan Abon Ikan Tongkol untuk Mengatasi Stunting   

Pelaksanaan Program Kerja Inovasi Abon Ikan Tongkol sebagai Solusi Pencegahan Stunting di Desa Bebel

Pada 2 Agustus 2024, Balai Desa Bebel menjadi saksi pelaksanaan program pelatihan pembuatan abon ikan tongkol yang diadakan oleh mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu PKK, kader posyandu, serta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di desa tersebut. Dengan tujuan mengedukasi dan memberdayakan masyarakat, pelatihan ini mengombinasikan keterampilan praktis dengan pengetahuan gizi yang penting bagi kesehatan keluarga, sekaligus mendukung pencegahan stunting yang kian meresahkan.

Program kerja pencegahan stunting yang dibawakan oleh mahasiswa KKN dibagi menjadi dua kegiatan besar, yakni pelatihan pembuatan abon ikan tongkol dan edukasi mengenai stunting. Pelatihan ini berawal dari pemahaman bahwa ikan tongkol merupakan salah satu sumber protein hewani yang melimpah dan bergizi, tetapi sering kali kurang dimanfaatkan secara optimal. Banyak rumah tangga terbiasa mengolah ikan dalam bentuk yang sama tanpa menyadari potensi ikan tongkol untuk dijadikan produk olahan yang lebih menarik dan bernilai ekonomi, seperti abon. Dengan meningkatnya prevalensi masalah gizi, terutama di kalangan anak-anak, mahasiswa KKN ini merasa perlu untuk memberikan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Bebel. Selain pelatihan, rangkaian kegiatan edukasi lainnya (dilaksanakan pada 30 Juli 2024 di Pos 5 Posyandu Seruni) yakni berupa penyuluhan terkait pentingnya stok ikan di masa depan yang disampaikan oleh Karil Hari Latu, mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), penyuluhan terkait pencegahan stunting melalui GEMARIKAN oleh Novia Gavina, mahasiswi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan (FPIK), serta penyuluhan terkait deteksi dini stunting melalui pengenalan aplikasi Langkah oleh Ghina Syakila, mahasiswi Fakultas Psikologi (FPsi).

Pada kegiatan pelatihan pembuatan abon, setelah sambutan pembuka dari kepala desa yang mengungkapkan dukungan penuh terhadap program ini, salah satu mahasiswa mulai menjelaskan tentang kandungan gizi ikan tongkol. I Kadek Hari Kesuma yang merupakan mahasiswa jurusan Teknologi Pangan Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) memaparkan terlebih dahulu mengenai cara-cara pengolahan dan penyimpanan produk perikanan yang aman dan sesuai standar Food Safety and Management System (FSMS). Pengetahuan ini sangat relevan, terutama dalam konteks pencegahan stunting —suatu kondisi yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, yang dapat memengaruhi pertumbuhan fisik dan kemampuan kognitif anak.

Lalu, mahasiswa mulai mendemonstrasikan cara pembuatan abon dimulai dari pengenalan bahan-bahan yang diperlukan. Mahasiswa juga membagikan selebaran resep dan cara pembuatan agar audiens bisa langsung membaca secara detail mulai dari keperluan bumbu hingga takaran yang tepat sehingga dapat diterapkan di rumah. Mahasiswa KKN melakukan pembuatan abon dari awal hingga akhir proses yakni pengemasan produk akhir. Setiap tahap dilalui dengan antusiasme tinggi, di mana peserta saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, mulai dari menyimak pemisahan tulang ikan, pencampuran bahan, pengadukan abon, hingga penirisan. Setelah ditiriskan, kemudian I Kadek Hari Kesuma juga mengadakan pelatihan mengenai cara pengemasan vakum menggunakan alat pengemas vauum sealer sehingga abon mempunyai daya simpan yang tahan lama.

Pengalaman praktis ini tidak hanya membuat peserta lebih terampil dalam mengolah ikan menjadi abon, tetapi juga menyadarkan mereka bahwa produk ini dapat menjadi sumber pendapatan tambahan. Abon ikan tongkol yang dihasilkan memiliki rasa yang lezat dan nilai jual yang menarik, sehingga diharapkan bisa menjadi produk khas Desa Bebel yang bisa dijajakan di pasar. Selain itu, mahasiswa juga membagikan resep dan panduan lainnya agar peserta dapat mempraktikkan ilmu yang diperoleh dan terus berinovasi di rumah.

Kegiatan pelatihan ini memberikan dampak yang jauh lebih dari sekadar keterampilan praktis. Setelah mengikuti pelatihan, peserta merasa lebih termotivasi untuk mengelola sumber daya lokal dengan lebih baik. Harapan besar tumbuh bahwa, dengan memperkuat keterampilan dan pengetahuan, mereka dapat berkontribusi pada peningkatan ekonomi keluarga dan komunitas. Dalam konteks pencegahan stunting, kesadaran akan pentingnya asupan gizi yang baik juga meningkat, mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan pola makan keluarga, terutama bagi anak-anak.

Pelatihan diakhiri dengan makan abon bersama di Balai Desa. Mahasiswa KKN dari Universitas Diponegoro merasa bangga dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Desa Bebel. Program pelatihan ini diharapkan bukan hanya sebuah kegiatan satu kali, tetapi merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran gizi yang lebih baik dan mendorong produktivitas ekonomi di desa. Diharapkan kedepannya, kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut, memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, dan menjadikan Desa Bebel sebagai desa yang tidak hanya produktif dan inovatif, tetapi juga sehat.

Penulis: Mahasiswa KKN Tim 2 Universitas Diponegoro di Desa Bebel

Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Tuswan, ST


© 2025 Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan. All Rights Reserved.