Ghina Syakila, Edukasi/Penyuluhan Pencegahan Stunting Melalui Konsumsi Ikan dan Pemanfaatan Teknologi di Desa Bebel (30/07/2024) (foto: dokumen pribadi)
Pekalongan - Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip di Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto, gelar kegiatan Edukasi/Penyuluhan Pencegahan Stunting Melalui Konsumsi Ikan dan Pemanfaatan Teknologi di Desa Bebel.
Wahyudi, A.Md, kepala Desa Bebel, menyebutkan bahwa kasus stunting di Desa Bebel tertinggi sekecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Desa ini memiliki angka stunting yang tinggi dikarenakan populasi penduduk yang juga tinggi dibandingkan desa lainnya di Kecamatan Wonokerto. Dengan kondisi ini, kebutuhan deteksi dini tumbuh kembang anak untuk menangani masalah stunting di Desa Bebel menjadi semakin penting.
Aplikasi Langkah, yang dibuat oleh mahasiswa Universitas Diponegoro, mengandalkan peran-peran mahasiswa lainnya yang tersebar di berbagai lokasi penerjunan KKN untuk menyebarkan informasi tentang aplikasi ini kepada seluruh lapisan masyarakat. Ghina Syakila, mahasiswi jurusan Psikologi yang ditempatkan di Desa Bebel, mengambil peran untuk turut berkontribusi memperkenalkan aplikasi tersebut kepada masyarakat Bebel, terutama pada ibu-ibu peserta posyandu.
Edukasi/penyuluhan terkait pengenalan aplikasi dilakukan pada Selasa, 30 Juli 2024, di Pos 5 Posyandu Seruni Desa Bebel dengan peserta meliputi kader posyandu, ibu-ibu PKK, dan peserta posyandu.
Aplikasi Langkah (langkahkembang.com) menjadi salah satu program inovatif yang diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan anak-anak di Desa Bebel dan menurunkan angka stunting. Aplikasi ini dilengkapi fitur pemantauan tumbuh kembang anak berdasarkan tugas perkembangan berdasarkan teori Piaget serta grafik pertumbuhan fisik anak. Kedua fitur ini digunakan sebagai deteksi dini masalah perkembangan anak baik secara psikologis (keterlambatan) atau secara fisik (stunting).
Langkah menjadi solusi bagi orang tua untuk mendeteksi pertumbuhan dan perkembangan anak secara lebih mudah dan cepat. Fitur-fitur yang tersedia membantu orang tua untuk secara mandiri memantau tumbuh kembang anak mereka. Harapannya, hadirnya aplikasi Langkah dapat membuat para orang tua lebih proaktif dalam mengidentifikasi gejala stunting dan mengambil langkah pencegahan maupun penanganan yang tepat agar perkembangan anak-anak mereka optimal.
Penulis: Ghina Syakila, Psikologi, Fakultas Psikologi
Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Tuswan, ST