Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro melakukan Edukasi dan Pendampingan Pembayaran Pajak secara Online di Desa Api-Api, Kabupaten Pekalongan
Pekalongan, Agustus 2024 – Salsabila, seorang mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (UNDIP), melakukan kegiatan edukasi mengenai pentingnya pajak dan tata cara pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara online. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kepatuhan pajak dan mempermudah proses pembayaran PBB di tingkat desa.
Kurangnya alur yang jelas terkait kolektivitas pembayaran mempersulit pembayaran PBB bagi warga Desa Api-api. Banyak warga harus melakukan pembayaran secara mandiri ke Kantor Pos, yang seringkali memakan waktu dan jarak yang cukup jauh. Situasi ini berpotensi menyebabkan denda akibat keterlambatan pembayaran, sehingga Salsabila dan timnya melakukan insiatif memperkenalkan sistem pembayaran yang lebih efisien dan efektif dengan pelatihan pembayaran PBB secara online.
Salsabila menjelaskan, “Kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pajak perlu ditingkatkan, terutama di era digital ini. Kami ingin menjadikan pembayaran pajak lebih mudah dan cepat bagi warga agar mereka dapat melakukannya dengan nyaman dari rumah.”
Dalam kegiatan ini, penyampaian materi dilakukan dengan melalui edukasi interaktif dan pembagian media leaflet yang berisi informasi mengenai pentingnya pajak dan PBB serta tata cara pembayaran PBB melalui bank konvensional dan e-commerce. Leaflet tersebut dirancang untuk mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kami juga melakukan pendampingan pelatihan untuk melakukan pembayaran PBB secara online menggunakan aplikasi digital yang memiliki aksesibilitas yang mudah. Dengan pendekatan ini, diharapkan warga dapat lebih paham dalam mengaplikasikan cara pembayaran yang tepat sesuai dengan sistem self-assessment”, ungkap Salsabila sebagai coordinator Acara.
Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan inisiatif warga untuk membayar pajak dengan cara yang lebih mandiri. Dengan memahami cara pembayaran online, mereka dapat menghindari denda dan keterlambatan yang sering terjadi. Selain itu, pendekatan konvensional yang mengedepankan interaksi langsung dianggap lebih efektif, terutama bagi generasi yang lebih menyukai teknologi dan interaksi digital.
Kegiatan edukasi yang dilakukan oleh Salsabila dan tim KKN UNDIP di Desa Api-Api adalah langkah positif untuk mendukung digitalisasi perpajakan. Dengan menyediakan pengetahuan dan akses kepada masyarakat, diharapkan kesadaran akan pentingnya pembayaran PBB dan pemahaman tentang sistem perpajakan dapat meningkat, memberikan dampak yang lebih besar bagi pembangunan desa. Pembayaran pajak secara elektronik bukan hanya membuat kehidupan warga menjadi lebih praktis, tetapi juga berkontribusi pada pendapatan daerah yang lebih baik.
Penulis: Salsabila Rahma Maulida