Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro melakukan Edukasi Digitalisasi Pembayaran menggunakan QRIS di Desa Api-Api, Kabupaten Pekalongan
Pekalongan, Agustus 2024 — Salsabila Rahma Maulida, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (UNDIP), melaksanakan kampanye yang bertujuan untuk mengakselerasi penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) di Desa Api-Api, Kecamatan Wokokerto, Kabupaten Pekalongan. Kampanye ini merupakan upaya signifikan dalam mendigitalkan metode pembayaran yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan tersebut.
Kampanye ini bertujuan untuk memberikan edukasi mendalam tentang QRIS sebagai solusi pembayaran digital yang dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi bagi pelaku usaha. Salsabila mengungkapkan, “Digitalisasi pembayaran melalui QRIS tidak hanya akan mempermudah transaksi tetapi juga memperluas jangkauan pasar bagi UMKM di Desa Api-Api.”
Untuk menyampaikan informasi dengan efektif, Salsabila dan timnya melakukan kunjungan door-to-door ke berbagai UMKM setempat, memberikan edukasi interaktif sekaligus membagikan leaflet informatif. Leaflet tersebut berisi semua yang perlu diketahui tentang QRIS, termasuk manfaatnya, data yang diperlukan untuk pembuatan QRIS, serta tata cara pembuatan melalui bank konvensional dan platform e-commerce.
Di samping itu, program ini juga mencakup pendampingan langsung dalam proses pembuatan QRIS untuk pelaku usaha. Dalam sosialisasi tersebut, Salsabila menekankan pentingnya keamanan dalam bertransaksi. “Kami juga memberikan tips untuk menjaga kerahasiaan data pribadi, seperti username, PIN, dan password, agar transaksi QRIS berlangsung aman,” jelasnya.
Dengan diadopsinya QRIS, diharapkan UMKM di Desa Api-Api dapat menikmati berbagai manfaat, seperti peningkatan efisiensi dalam proses transaksi dan keunggulan dalam kompetisi pasar. Penggunaan QRIS tidak hanya menyederhanakan proses pembayaran, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap transaksi yang dilakukan.
Sosialisasi yang dikoordinasi oleh Salsabila ini menunjukkan upaya nyata para mahasiswa dalam mendorong digitalisasi di daerah pedesaan, serta memberikan kontribusi berharga bagi pengembangan ekonomi lokal. Dengan langkah ini, Desa Api-Api diharapkan akan mengalami transformasi positif menuju pemanfaatan teknologi dalam transaksi keuangan.
Kampanye Pembayaran Digital yang berhasil dilaksanakan di Desa Api-Api adalah contoh inspiratif bagi inisiatif serupa di daerah lain. Melalui sinergi antara pendidikan dan komunitas, digitalisasi pembayaran menggunakan QRIS dapat menjadi langkah awal menuju kemajuan ekonomi yang lebih luas.
Penulis: Salsabila Rahma Maulida