[Gambar]
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Melakukan Penyuluhan K3LL Dasar Dalam Kapal di SD Negeri 01 Api Api
Api Api, Kabupaten Pekalongan (02/08/2024) – Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan keselamatan di laut sejak dini, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan penyuluhan K3LL Dasar yang menarik di SD Negeri 01 Api Api. Kegiatan yang menyasar siswa kelas 6 ini berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan informatif.
[Gambar]
Bertempat di ruang kelas, para siswa disuguhi tayangan video yang berisi penjelasan mengenai K3LL Dasar yang harus diterapkan saat berada di kapal. Video yang dibuat secara khusus dan ditayangkan menggunakan proyektor ini berhasil memikat perhatian seluruh siswa. Setelah menyaksikan video, para siswa diajak untuk mempraktikkan secara langsung beberapa teknik K3LL Dasar di depan kelas.
[Gambar]
Salah satu momen yang paling menarik adalah ketika perwakilan siswa maju ke depan untuk mempraktikkan cara mengenakan life jacket dengan benar. Kegiatan ini tidak hanya membuat siswa lebih memahami materi, tetapi juga memberikan pengalaman langsung yang tak terlupakan.
[Gambar][Gambar]
Sebagai bentuk dukungan terhadap program ini, mahasiswa menyerahkan life jacket dan perlengkapan P3K kepada pihak desa dan sekolah. Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk melengkapi sarana dan prasarana keselamatan di wilayah tersebut. Selain itu, seluruh siswa juga mendapatkan bingkisan menarik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Auliya selaku penyelenggara mengungkapkan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan. "Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk turut serta dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya K3LL. Dengan menanamkan kesadaran sejak dini, kita dapat menciptakan generasi muda yang sadar akan keselamatan," pungkasnya.
Penulis : Auliya Rizky Ramadhanti
Rabu, 21 Agustus 2024
Api-Api, (20/08/2024) - Lintang, Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro, mengadakan program kerja mengenai edukasi mengenai label produk makanan dan pembuatan label produk agar menarik dan informatif. Desa Api-Api, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, merupakan salah satu desa pesisir dengan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang cukup besar. Namun, banyak dari pelaku UMKM di desa ini menghadapi kendala dalam memasarkan produk mereka secara efektif. Kurangnya pengetahuan tentang pemasaran modern dan kurangnya branding yang kuat menjadi hambatan utama dalam meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas. Melihat permasalahan ini, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari mahasiswa Tim II KKN hadir untuk membantu memberikan solusi praktis dalam membantu UMKM di Desa Api-Api.
[Gambar]
Program kerja KKN ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemasaran produk UMKM di Desa Api-Api melalui pembuatan logo dan label produk yang informatif dan menarik. Dengan adanya logo yang profesional dan label produk yang sesuai dengan standar pasar, diharapkan produk-produk dari UMKM di Desa Api-Api dapat lebih mudah dikenali dan diminati oleh konsumen. Program ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pelaku UMKM tentang pentingnya branding dan pemasaran yang efektif dalam meningkatkan penjualan.
[Gambar]
Pada program kerja ini melibatkan seluruh UMKM warga Desa Api-Api. Program kerja ini dilaksanakan di Balai Desa Api-Api. Program kerja ini berjalan bersamaan dengan program pendampingan BPN terkait label kemasan produk bagi UMKM. Penyampaian materi diawali dengan penjelasan pentingnya label makanan dalam suatu produk makanan. Dalam pelaksanaan program ini, tim KKN menerapkan beberapa metode yang dirancang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan antara lain yaitu survey dan analisis kebutuhan, Tim KKN melakukan survey awal untuk mengidentifikasi produk-produk unggulan UMKM di Desa Api-Api yang membutuhkan peningkatan dalam aspek branding dan pemasaran. Analisis kebutuhan ini penting untuk menentukan desain logo dan label yang sesuai dengan karakteristik produk. Selanjutnya Pelatihan Desain dan Branding, Tim KKN memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM tentang dasar-dasar desain logo, pentingnya branding, dan cara membuat label produk yang informatif. Pelatihan ini melibatkan penggunaan software desain grafis yang sederhana dan mudah dipahami oleh para pelaku UMKM. Pembuatan Logo dan Label Produk, Berdasarkan hasil survey dan pelatihan, tim KKN bekerja sama dengan pelaku UMKM untuk mendesain logo dan label produk yang sesuai dengan identitas dan nilai jual produk. Proses ini melibatkan diskusi dan revisi hingga mencapai hasil yang diinginkan. Terakhir, Pendampingan dan Evaluasi, setelah logo dan label produk selesai dibuat, tim KKN melakukan pendampingan untuk memastikan bahwa pelaku UMKM dapat mengaplikasikan hasil desain tersebut dalam kemasan produk mereka. Tim juga melakukan evaluasi untuk menilai efektivitas dari logo dan label yang telah dibuat dalam meningkatkan penjualan produk.
[Gambar]
Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro melakukan Edukasi dan Pendampingan Pembayaran Pajak secara Online di Desa Api-Api, Kabupaten Pekalongan
Pekalongan, Agustus 2024 – Salsabila, seorang mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (UNDIP), melakukan kegiatan edukasi mengenai pentingnya pajak dan tata cara pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara online. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kepatuhan pajak dan mempermudah proses pembayaran PBB di tingkat desa.
Kurangnya alur yang jelas terkait kolektivitas pembayaran mempersulit pembayaran PBB bagi warga Desa Api-api. Banyak warga harus melakukan pembayaran secara mandiri ke Kantor Pos, yang seringkali memakan waktu dan jarak yang cukup jauh. Situasi ini berpotensi menyebabkan denda akibat keterlambatan pembayaran, sehingga Salsabila dan timnya melakukan insiatif memperkenalkan sistem pembayaran yang lebih efisien dan efektif dengan pelatihan pembayaran PBB secara online.
Salsabila menjelaskan, “Kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pajak perlu ditingkatkan, terutama di era digital ini. Kami ingin menjadikan pembayaran pajak lebih mudah dan cepat bagi warga agar mereka dapat melakukannya dengan nyaman dari rumah.”
Dalam kegiatan ini, penyampaian materi dilakukan dengan melalui edukasi interaktif dan pembagian media leaflet yang berisi informasi mengenai pentingnya pajak dan PBB serta tata cara pembayaran PBB melalui bank konvensional dan . tersebut dirancang untuk mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.
[Gambar]
Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro melakukan Edukasi Digitalisasi Pembayaran menggunakan QRIS di Desa Api-Api, Kabupaten Pekalongan
Pekalongan, Agustus 2024 — Salsabila Rahma Maulida, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (UNDIP), melaksanakan kampanye yang bertujuan untuk mengakselerasi penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) di Desa Api-Api, Kecamatan Wokokerto, Kabupaten Pekalongan. Kampanye ini merupakan upaya signifikan dalam mendigitalkan metode pembayaran yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan tersebut.
Kampanye ini bertujuan untuk memberikan edukasi mendalam tentang QRIS sebagai solusi pembayaran digital yang dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi bagi pelaku usaha. Salsabila mengungkapkan, “Digitalisasi pembayaran melalui QRIS tidak hanya akan mempermudah transaksi tetapi juga memperluas jangkauan pasar bagi UMKM di Desa Api-Api.”
Untuk menyampaikan informasi dengan efektif, Salsabila dan timnya melakukan kunjungan door-to-door ke berbagai UMKM setempat, memberikan edukasi interaktif sekaligus membagikan leaflet informatif. Leaflet tersebut berisi semua yang perlu diketahui tentang QRIS, termasuk manfaatnya, data yang diperlukan untuk pembuatan QRIS, serta tata cara pembuatan melalui bank konvensional dan platform e-commerce.
Di samping itu, program ini juga mencakup pendampingan langsung dalam proses pembuatan QRIS untuk pelaku usaha. Dalam sosialisasi tersebut, Salsabila menekankan pentingnya keamanan dalam bertransaksi. “Kami juga memberikan tips untuk menjaga kerahasiaan data pribadi, seperti , PIN, dan agar transaksi QRIS berlangsung aman,” jelasnya.
[Gambar]
Api-Api, (16/08/2024) – Robert, Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro, mengadakan program kerja mengenai perancangan kembali tata letak pasar Desa Api-Api. Pemaparan program dilakukan kepada Kepala Desa Api-Api di Balai Desa Api-Api, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan pada Senin, 12 Agustus 2024. Program kerja ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan pasar desa dan mendukung kenyamanan para pedagang sehingga mampu menciptakan pasar yang lebih teratur, efisien, dan aman bagi semua pihak yang terlibat.
Program kerja ini diawali dengan analisis mendalam mengenai kondisi pasar yang ada, termasuk pola perdagangan, alur lalu lintas pengunjung, serta fasilitas yang tersedia. Mahasiswa KKN melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang ada, seperti area yang terlalu padat, lokasi pedagang yang kurang strategis, dan fasilitas yang kurang memadai. Dengan kondisi tersebut, mahasiswa KKN membuat rancangan perbaikan terhadap tata letak Pasar Desa Api-Api dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti sirkulasi udara, aksesibilitas, dan zonasi produk, dan sebagainya. Desain rancangan perbaikan tata letak dilakukan dengan menggunakan metode systematic layout planning melalui software BLOCPLAN dan
[Gambar]
Api-Api, (16/08/2024) – Robert, Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro, mengadakan program kerja mengenai edukasi Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) di Balai Desa Api-Api, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan pada Kamis, 25 Juli 2024. Program kerja ini berjalan bersamaan dengan program pendampingan BPN terkait label kemasan produk bagi UMKM. Program kerja ini dihadiri oleh berbagai UMKM produk makanan olahan Desa Api-Api, seperti ikan asap, ikan asin, nugget ikan, dimsum ikan, hingga bakso ikan. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para UMKM Desa Api-Api mengenai pentingnya sertifikasi PIRT terhadap keamanan pangan yang berdampak pada perluasan pasar dan meningkatkan competitive advantage UMKM.
[Gambar]
Penyampaian materi diawali dengan penjelasan pentingnya struktur organisasi, keamanan pangan, pengertian BPOM dan SPP-IRT, serta alur pengajuan SPP-IRT. Di akhir, mahasiswa KKN juga memberikan soft file modul serta video tutorial mengenai tahapan pengajuan sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga secara komprehensif. Outcome
[Gambar]
(2/8/2024), baru-baru ini salah satu anggota TIM II KKN UNDIP di desa Api-Api, kecamatan Wonokerto, kab. Pekalongan, yaitu Hasna Askar melakukan sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana banjir dan rob bagi siswa khususnya kelas 5 di SDN 01 desa Api-Api.
Pada saat kegiatan sosialisasi dan simulasi berlangsung, Hasna Askar, menjelaskan terkait langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan apabila banjir dan rob terjadi di desa Api-Api. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah awal bagi siswa kelas 5 SDN desa Api-Api untuk menghadapi banjir dan rob.
[Gambar]
Pengambilan topik ini merupakan salah satu inisiatif dari Mahasiswa TIM II KKN UNDIP di Desa Api-Api, bertujuan untuk mengurangi risiko kerugian harta benda dan infrastruktur akibat banjir dan rob, menyelamatkan nyawa dan mengurangi dampak negatif pada kesehatan masyarakat dan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir dan rob. Penting untuk menyampaikan ini kepada siswa kelas 5 SDN desa Api-Api agar mereka telah memiliki bekal yang cukup apabila nanti bencana itu terjadi.
Kegiatan sosialisasi dan simulasi berlangsung dengan lancar, para siswa kelas 5 SDN 01 desa Api-Api antusias untuk menerima informasi yang disampaikan oleh Hasna Askar
Penulis: Hasna Askar
[Gambar]
(27/7/2024), belakangan ini salah satu anggota Tim II KKN UNDIP di desa Api-Api, kecamatan Wonokerto, kab. Pekalongan, yaitu Hasna Askar melakukan sosialisasi terkait kalibrasi pasang surut khususnya bagi para nelayan dan petambak.
Pada saat kegiatan sosialisasi berlangsung, Hasna Askar, menjelaskan terkait pentingnya melakukan kalibrasi pasang surut. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan keakuratan data yang dapat digunakan oleh petambak dan nelayan di Desa Api-Api, menjamin konsistensi pengukuran dan pengelolaan lahan dan mitigasi di Desa Api-Api.
[Gambar]
Pemilihan topik ini merupakan salah satu inisiatif dari Mahasiswa Tim II KKN UNDIP di Desa Api-Api, bertujuan untuk mendukung pengelolaan air bagi petambak serta meningkatkan produktivitas penangkapan ikan dan keamanan navigasi bagi nelayan. Penting untuk menginformasikan hal ini kepada para petambak dan nelayan agar mereka dapat menjalankan kegiatan dengan efisiensi dan hasil yang optimal.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan lancar dengan para audiens yang antusias untuk menerima informasi yang disampaikan oleh Hasna Askar
Penulis: Hasna Askar
[Gambar]
Gambar 1. Foto Bersama antara Mahasiswa KKN dengan Ketua Yayasan, Pembicara, dan Siswa/i SMP dan SMA FQ Wonokerto
(29/7/2024), TIM II KKN UNDIP di desa Api-Api, kecamatan Wonokerto, kabupaten Pekalongan, menyelanggarakan sosialisasi dan edukasi pornografi serta sex education yang mengacu pada dari kacamata agama dan kesehatan, hal ini khususnya dilakukan bagi para siswa/siswi SMP dan SMA Islam FQ Wonokerto.
Pada saat kegiatan sosialisasi dan edukasi berlangsung, TIM II KKN UNDIP desa Api-Api, kecamatan Wonokerto, kabupaten Pekalongan, mengundang beberapa pembicara yang ahli di bidangnya untuk menyampaikan tema dari acara yang dimaksud, diantaranya adalah pemuka agama yang merupakan perwakilan dari yayasan beserta bidan desa Api-Api.
[Gambar]
Gambar 2. Pemaparan Materi oleh Bidan Desa Api-Api
Pengambil tema ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari Mahasiswa TIM II KKN UNDIP di Desa Api-Api, yang masalah ini menjadi semakin relevan di era digital, di mana akses informasi sering kali tidak sejalan dengan nilai moral dan kesehatan. Sehingga penting untuk meningkatkan kesadaran akan dampak negatif pornografi dan pentingnya pemahaman seksualitas yang benar, terutama di kalangan remaja dan pemuda.
Penulis : Lintang Caktiastika Aulia Rachman
Selasa, 20 Agustus 2024
“Kami juga melakukan pendampingan pelatihan untuk melakukan pembayaran PBB secara online menggunakan aplikasi digital yang memiliki aksesibilitas yang mudah. Dengan pendekatan ini, diharapkan warga dapat lebih paham dalam mengaplikasikan cara pembayaran yang tepat sesuai dengan sistem self-assessment”, ungkap Salsabila sebagai coordinator Acara.
Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan inisiatif warga untuk membayar pajak dengan cara yang lebih mandiri. Dengan memahami cara pembayaran online, mereka dapat menghindari denda dan keterlambatan yang sering terjadi. Selain itu, pendekatan konvensional yang mengedepankan interaksi langsung dianggap lebih efektif, terutama bagi generasi yang lebih menyukai teknologi dan interaksi digital.
Kegiatan edukasi yang dilakukan oleh Salsabila dan tim KKN UNDIP di Desa Api-Api adalah langkah positif untuk mendukung digitalisasi perpajakan. Dengan menyediakan pengetahuan dan akses kepada masyarakat, diharapkan kesadaran akan pentingnya pembayaran PBB dan pemahaman tentang sistem perpajakan dapat meningkat, memberikan dampak yang lebih besar bagi pembangunan desa. Pembayaran pajak secara elektronik bukan hanya membuat kehidupan warga menjadi lebih praktis, tetapi juga berkontribusi pada pendapatan daerah yang lebih baik.
Penulis: Salsabila Rahma Maulida
Selasa, 20 Agustus 2024
Dengan diadopsinya QRIS, diharapkan UMKM di Desa Api-Api dapat menikmati berbagai manfaat, seperti peningkatan efisiensi dalam proses transaksi dan keunggulan dalam kompetisi pasar. Penggunaan QRIS tidak hanya menyederhanakan proses pembayaran, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap transaksi yang dilakukan.
Sosialisasi yang dikoordinasi oleh Salsabila ini menunjukkan upaya nyata para mahasiswa dalam mendorong digitalisasi di daerah pedesaan, serta memberikan kontribusi berharga bagi pengembangan ekonomi lokal. Dengan langkah ini, Desa Api-Api diharapkan akan mengalami transformasi positif menuju pemanfaatan teknologi dalam transaksi keuangan.
Kampanye Pembayaran Digital yang berhasil dilaksanakan di Desa Api-Api adalah contoh inspiratif bagi inisiatif serupa di daerah lain. Melalui sinergi antara pendidikan dan komunitas, digitalisasi pembayaran menggunakan QRIS dapat menjadi langkah awal menuju kemajuan ekonomi yang lebih luas.
Penulis: Salsabila Rahma Maulida
Selasa, 20 Agustus 2024
[Gambar]
Setelah desain rancangan tata letak pasar selesai, mahasiswa KKN mempresentasikan rancangan tersebut kepada Kepala Desa selaku pengambil keputusan tertinggi. Mahasiswa KKN juga menjelaskan manfaat yang akan diperoleh dari perubahan ini. Kepala Desa Api-Api memberikan respon yang baik selama sesi pemaparan dan diskusi. Terlepas dari realisasinya yang membutuhkan waktu jangka panjang, beliau merasa bahwa perubahan ini akan memberikan lingkungan pasar yang bersih, aman, nyaman, dan sehat. Selain itu, kepala desa juga mengapresiasi upaya mahasiswa KKN dalam memberikan solusi untuk permasalahan pasar dan para pedagang yang masih berdagang di pinggir jalan. Dengan tata letak pasar yang lebih baik, diharapkan Pasar Desa Api-Api dapat menjadi tempat yang lebih nyaman, efisien, dan aman bagi semua pihak. Mahasiswa KKN berharap bahwa inisiatif ini akan menjadi langkah awal menuju pengembangan pasar desa yang lebih baik.
Penulis: Robert
Selasa, 20 Agustus 2024
Para UMKM menunjukkan antusiasme yang tinggi selama pendampingan. Melalui penyuluhan ini, harapannya para UMKM Desa Api-Api semakin memahami pentingnya sertifikasi PIRT sehingga produk olahan para UMKM menjadi lebih higienis, berkualitas, dan mampu bersaing di pasaran.
Penulis: Robert
Selasa, 20 Agustus 2024
Kamis, 15 Agustus 2024
Kamis, 15 Agustus 2024
Kegiatan sosialisasi dan edukasi berlangsung dengan lancar, para siswa dan siswi SMP dan SMA Islam FQ Wonokerto antusias untuk menerima informasi yang disampaikan oleh pembicara.
Penulis: Tim II KKN UNDIP Desa Api-Api
Kamis, 15 Agustus 2024