Wonokerto — Kecamatan Wonokerto menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembinaan dan Pengawasan Keuangan Desa yang berlangsung di aula Kecamatan Wonokerto. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Plt. Camat Wonokerto , Siswanto, S.STP.,M.A.P dan dihadiri oleh seluruh pemerintah desa se-Kecamatan Wonokerto.
Rakor ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan tertib administrasi, transparansi, serta akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa. Dalam sambutannya, Plt. Camat Wonokerto Siswanto, S.STP.,M.A.P menegaskan pentingnya pengelolaan anggaran desa yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Pengelolaan keuangan desa harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran agar setiap program pembangunan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Siswanto.
Selain itu, beliau juga mengingatkan seluruh pemerintah desa agar terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan pihak kecamatan maupun instansi terkait dalam setiap tahapan pengelolaan keuangan desa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan hingga pelaporan.
Dalam rakor tersebut, dibahas berbagai materi terkait evaluasi pengelolaan keuangan desa, administrasi pertanggungjawaban, serta langkah-langkah pengawasan guna meminimalisir potensi kesalahan administrasi. Kegiatan ini juga menjadi forum diskusi bagi pemerintah desa untuk menyampaikan berbagai kendala dan masukan dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan desa.
Melalui rakor ini, diharapkan seluruh desa di Kecamatan Wonokerto dapat semakin optimal dalam menjalankan tata kelola pemerintahan desa yang baik, profesional, dan sesuai regulasi demi mendukung pembangunan desa yang maju dan sejahtera.
Rabu, 13 Mei 2026
Wonokerto – Dalam upaya meningkatkan tata kelola arsip yang tertib, akuntabel, dan sesuai ketentuan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan Exit Meeting Pengawasan Kearsipan Internal Tahun 2026 di Kecamatan Wonokerto, Rabu (13/5).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ibu Atik selaku perwakilan tim pengawasan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan. Exit meeting dilaksanakan sebagai penutup rangkaian pengawasan kearsipan internal yang sebelumnya telah dilakukan pada sejumlah unit kerja di lingkungan Kecamatan Wonokerto.
Dalam sambutannya, Ibu Atik menyampaikan bahwa pengawasan kearsipan merupakan bagian penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang tertib administrasi dan profesional. Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap perangkat kerja mampu meningkatkan pengelolaan arsip secara sistematis, aman, dan mudah diakses saat dibutuhkan.
“Pengelolaan arsip yang baik menjadi salah satu indikator tertib administrasi pemerintahan. Kami berharap hasil pengawasan ini dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi seluruh perangkat kerja untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan arsip,” ujar Ibu Atik.
Selain menyampaikan hasil evaluasi, tim pengawasan juga memberikan beberapa masukan dan rekomendasi terkait penataan arsip, kelengkapan administrasi, hingga penerapan standar kearsipan di lingkungan kecamatan. Beberapa hal yang sudah berjalan baik diapresiasi, sementara kekurangan yang masih ditemukan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti.
Pihak Kecamatan Wonokerto menyambut baik pelaksanaan pengawasan tersebut dan menyampaikan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan dalam pengelolaan arsip. Dengan adanya pengawasan dan pembinaan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan, diharapkan kualitas pelayanan administrasi kepada masyarakat dapat semakin optimal.
Kegiatan exit meeting berlangsung dengan lancar dan diakhiri dengan diskusi serta penyerahan hasil pengawasan kepada pihak Kecamatan Wonokerto.
Selasa, 12 Mei 2026
Wonokerto – Pemerintah Kecamatan Wonokerto bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah dengan mendirikan posko banjir terpadu di Kantor Kecamatan Wonokerto. Posko ini menjadi pusat koordinasi penanganan darurat, pendataan warga terdampak, serta distribusi bantuan logistik kepada masyarakat.
Banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi dan meluapnya sungai di wilayah pesisir yang terdampak di 11 desa se-Kecamatan Wonokerto tendampak banjir. Desa-desa yang terdampak meliputi Pesanggrahan, Tratebang, Api-Api, Bebel, Werdi, Pecakaran, Wonokerto Wetan, Rowoyoso, Wonokerto Kulon, Sijambe, dan Semut.
Melalui Posko Banjir Kecamatan Wonokerto, pemerintah bersama unsur Forkompimcam, relawan, serta perangkat desa melakukan distribusi bantuan sembako secara bertahap dan merata kepada warga yang membutuhkan. Bantuan yang disalurkan berupa beras, mie instan, minyak goreng, gula, air mineral, serta kebutuhan pokok lainnya.
Pelaksana Tugas Camat Wonokerto, Mokhtar Khodori, S.Sos., MM menyampaikan bahwa pendirian posko banjir bertujuan untuk memastikan penanganan berjalan terkoordinasi dan tepat sasaran.
“Posko ini menjadi pusat kendali informasi dan distribusi bantuan. Kami berupaya memastikan seluruh warga terdampak di 11 desa menerima bantuan sembako sesuai kebutuhan. Kami juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan instansi terkait,” ujarnya.
Selain pendistribusian bantuan, posko banjir juga melayani pengaduan masyarakat, pendataan kerusakan rumah dan fasilitas umum, serta pemantauan kondisi debit air. Aparat TNI-Polri, tenaga kesehatan dari Puskesmas, serta relawan turut membantu proses evakuasi dan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.
Pemerintah Kecamatan Wonokerto mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi. Warga juga diminta segera melaporkan kondisi darurat melalui pemerintah desa atau langsung ke Posko Banjir Kecamatan Wonokerto.
Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan penanganan dampak banjir di Kecamatan Wonokerto dapat berjalan optimal serta mampu meringankan beban warga yang terdampak.
Kamis, 19 Februari 2026
Musrenbang Kecamatan Wonokerto Tahun 2026 Sepakati 11 Usulan Prioritas untuk RKPD 2027
Wonokerto – Pemerintah Kecamatan Wonokerto menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan ini merupakan tahapan lanjutan setelah sebelumnya dilaksanakan Pra Musrenbang, di mana telah tersaring 11 (sebelas) usulan prioritas dari desa-desa se-Kecamatan Wonokerto.
Sebelas usulan tersebut merupakan hasil forum Musrenbang Desa dan telah diinput melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Kementerian Dalam Negeri sebagai bentuk komitmen terhadap perencanaan pembangunan yang terintegrasi dan partisipatif.
Adapun 11 usulan prioritas tersebut meliputi:
Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas Camat Wonokerto, Mokhtar Khodori, S.Sos., MM menegaskan bahwa sebelas usulan tersebut telah melalui proses skala prioritas yang matang di tingkat desa dan kecamatan.
“Saya menegaskan bahwa 11 usulan ini merupakan hasil skala prioritas bersama. Besar harapan kami, melalui forum ini kita dapat menyepakati dan bersama-sama mengawal usulan tersebut agar dapat terakomodir dalam RKPD Tahun 2027,” tegasnya saat membuka acara secara resmi.
Musrenbang Kecamatan Wonokerto turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Daerah Pemilihan 3, perwakilan Bapperida Kabupaten Pekalongan, Forkompimcam Wonokerto, Kapolsek Wonokerto, Danramil Wonokerto, Komandan Pos TNI AL Wonokerto, Kepala Puskesmas Wonokerto, Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan, Korlab PLKB, Kepala KUA Wonokerto, Koordinator Penyuluh Pertanian, para Kepala Desa dan Ketua BPD se-Kecamatan Wonokerto, tokoh agama, tokoh masyarakat, keterwakilan perempuan, serta seluruh delegasi desa.
Melalui forum Musrenbang ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dalam memperjuangkan program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya infrastruktur jalan, pengendalian banjir, penerangan jalan, serta pembangunan jembatan sebagai penunjang mobilitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah pesisir Kecamatan Wonokerto.
Dengan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, Musrenbang Kecamatan Wonokerto Tahun 2026 menjadi langkah strategis dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang aspiratif, transparan, dan berkelanjutan menuju Kabupaten Pekalongan yang lebih maju dan sejahtera.
Senin, 9 Februari 2026
Senin, 10 November 2025
Selasa, 28 Oktober 2025
[Gambar]
Kamis, 16 Oktober 2025
[Gambar]
Rabu, 15 Oktober 2025
[Gambar]
Senin, 6 Oktober 2025