[Gambar]
(27/7/2024), belakangan ini salah satu anggota Tim II KKN UNDIP di desa Api-Api, kecamatan Wonokerto, kab. Pekalongan, yaitu Hasna Askar melakukan sosialisasi terkait kalibrasi pasang surut khususnya bagi para nelayan dan petambak.
Pada saat kegiatan sosialisasi berlangsung, Hasna Askar, menjelaskan terkait pentingnya melakukan kalibrasi pasang surut. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan keakuratan data yang dapat digunakan oleh petambak dan nelayan di Desa Api-Api, menjamin konsistensi pengukuran dan pengelolaan lahan dan mitigasi di Desa Api-Api.
[Gambar]
Pemilihan topik ini merupakan salah satu inisiatif dari Mahasiswa Tim II KKN UNDIP di Desa Api-Api, bertujuan untuk mendukung pengelolaan air bagi petambak serta meningkatkan produktivitas penangkapan ikan dan keamanan navigasi bagi nelayan. Penting untuk menginformasikan hal ini kepada para petambak dan nelayan agar mereka dapat menjalankan kegiatan dengan efisiensi dan hasil yang optimal.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan lancar dengan para audiens yang antusias untuk menerima informasi yang disampaikan oleh Hasna Askar
Penulis: Hasna Askar
Kamis, 15 Agustus 2024
[Gambar]
Gambar 1. Foto Bersama antara Mahasiswa KKN dengan Ketua Yayasan, Pembicara, dan Siswa/i SMP dan SMA FQ Wonokerto
(29/7/2024), TIM II KKN UNDIP di desa Api-Api, kecamatan Wonokerto, kabupaten Pekalongan, menyelanggarakan sosialisasi dan edukasi pornografi serta sex education yang mengacu pada dari kacamata agama dan kesehatan, hal ini khususnya dilakukan bagi para siswa/siswi SMP dan SMA Islam FQ Wonokerto.
Pada saat kegiatan sosialisasi dan edukasi berlangsung, TIM II KKN UNDIP desa Api-Api, kecamatan Wonokerto, kabupaten Pekalongan, mengundang beberapa pembicara yang ahli di bidangnya untuk menyampaikan tema dari acara yang dimaksud, diantaranya adalah pemuka agama yang merupakan perwakilan dari yayasan beserta bidan desa Api-Api.
[Gambar]
Gambar 2. Pemaparan Materi oleh Bidan Desa Api-Api
Pengambil tema ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari Mahasiswa TIM II KKN UNDIP di Desa Api-Api, yang masalah ini menjadi semakin relevan di era digital, di mana akses informasi sering kali tidak sejalan dengan nilai moral dan kesehatan. Sehingga penting untuk meningkatkan kesadaran akan dampak negatif pornografi dan pentingnya pemahaman seksualitas yang benar, terutama di kalangan remaja dan pemuda.
[Gambar]
Pekalongan (15/08/2024) - Bebel, Jawa Tengah - Mahasiswa TIM II KKN Universitas Diponegoro (Undip) kembali menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program pemanfaatan sampah plastik. Kegiatan ini berlangsung di Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, di mana para mahasiswa berhasil mengubah sampah plastik menjadi paving blok yang bermanfaat.
Mahasiswa Undip memberikan sosialisasi mengenai bahaya sampah plastik dan dampak negatifnya terhadap lingkungan. Selain itu, mereka juga mengedukasi warga tentang cara mengolah sampah plastik menjadi bahan yang lebih bermanfaat.
Materi yang dibahas mencakup dampak yang ditimbulkan oleh sampah plastik, cara pengendaliannya, jenis-jenis plastik, peluang yang dapat dihasilkan dari pemanfaatan sampah plastik, serta tahapan-tahapan dalam mengolah sampah plastik menjadi paving blok. Selain itu, mahasiswa juga memberikan praktik langsung mengenai proses pembuatan paving blok dari sampah plastik.
[Gambar]
Dalam kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi berkelanjutan bagi masalah sampah plastik yang semakin mendesak. "Kami berharap program ini dapat membantu pengendalian sampah serta pemanfaatan yang tepat, sampah yang awalnya menjadi masalah justru dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Pak Wahyudi selaku Kepala Desa.
Tidak hanya itu, program ini juga mendapat apresiasi dari masyarakat yang menyatakan bahwa kehadiran mahasiswa KKN Undip sangat membantu dalam mengatasi permasalahan lingkungan di desanya. "Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN Undip yang telah membawa inovasi ini ke desa kami. Paving blok dari sampah plastik ini sangat membantu dalam permasalahan sampah plastik dan apabila dikembangkan dapat menjadi unit usaha bagi Desa Bebel," ungkap Pak Rimanto selaku masyarakat yang hadir dalam kegiatan.
[Gambar]
Pekalongan (15/08/2024) - Bebel, Jawa Tengah - Mahasiswa TIM II KKN Universitas Diponegoro (Undip) sedang melakukan upaya nyata untuk mencegah terjadinya krisis ikan di masa depan melalui program edukasi yang dilaksanakan di Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Program ini berfokus pada pentingnya ketahanan pangan di sektor perikanan, yang merupakan bagian dari program monodisiplin Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Bebel, yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Edukasi ini meliputi berbagai topik, mulai dari hasil tangkapan nelayan, alat tangkap ikan yang berkelanjutan hingga pentingnya menjaga ekosistem laut. Dengan menyampaikan pengetahuan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya ikan agar generasi mendatang masih bisa menikmati hasil laut yang melimpah.
[Gambar]
Salah satu materi yang disampaikan adalah tentang kondisi iklim, hasil tangkapan yang tidak over fishing dan alat tangkap yang tidak dilarang. Selain itu, mahasiswa juga memberikan informasi tentang cara-cara penangkapan ikan yang tidak merusak lingkungan, serta pentingnya pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan.
Dalam program edukasi ini, mahasiswa juga menekankan untuk memanfaatkan teknologi modern dalam penangkapan ikan. Dengan cara ini, diharapkan hasil tangkapan dapat terkontrol dan nelayan disini terbantu dengan pengetahuan mengenai teknologi perikanan.
[Gambar]
(9/8/2024), TIM II KKN UNDIP di desa Api-Api, kecamatan Wonokerto, kabupaten Pekalongan membuat alat pengelolaan sampah bagi masyarakat desa Api-Api.
[Gambar]
Alat pengelolaan sampah yang dibuat adalah berupa tempat sampah multifungsi, yaitu tempat sampah yang selain menyimpan sampah organik tetapi juga dapat membuat pupuk cair. Selain itu tungku pembakaran sampah yang minim asap juga dibuat sehingga sampah yang dibakar kemudian menghasilkan dapat lebih ramah lingkungan. Hal ini diharapkan mampu membantu masyarakat desa Api-Api dalam pengelolaan sampah.
[Gambar]
Pengambil tema ini merupakan salah satu bentuk inisiatif dari Mahasiswa TIM II KKN UNDIP di Desa Api-Api, tantangan lingkungan yang ada serta meningkatkan kebersihan juga kesehatan masyarakat yang perlu dilakukan secara berkelanjutan membuat pengelolaan sampah ini perlu diperhatikan mengoptimalisasi pengelolaan sampah yang ada di desa Api-Api agar sampah yang selama ini dihasilkan oleh masyarakat desa Api-Api dapat terkelola dengan baik beserta memperhatikan dari segi kemanfaatan serta dari segi kesehatan lingkungan.
Pembuatan alat pengelolaan sampah oleh TIM II KKN UNDIP di desa Api-Api, diterima dengan baik oleh masyarakat, dan masyarakat juga berharap inovasi tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat.
Penulis: TIM II KKN UNDIP Desa Api-Api
Desa Bebel, (2/8) – Inovasi teknologi terus mendorong kemajuan di berbagai sektor, termasuk dalam pengelolaan produk pangan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di Desa Bebel, penerapan teknologi pengemasan vacuum sealer kini menjadi langkah maju yang signifikan dalam meningkatkan masa simpan produk pangan, memberikan manfaat besar bagi para pelaku UMKM dan konsumen setempat.
Vacuum sealer adalah alat yang berfungsi untuk mengemas produk pangan dengan cara menghisap udara dari dalam kemasan, sehingga memperlambat proses pembusukan dan menjaga kualitas produk. Teknologi ini telah diterapkan di Desa Bebel sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi masalah keterbatasan masa simpan produk pangan yang sering dialami oleh UMKM di daerah tersebut.
[Gambar]
Gambar 1. Pelatihan Pengemasan Vakum Menggunakan Vacuum Sealer
Sumber: Dok. Pribadi, 2024.
Kepala Desa Bebel, Wahyudi, A.Md, menjelaskan, “Dengan menggunakan teknologi vacuum sealer, kami berharap dapat meningkatkan kualitas dan masa simpan produk pangan yang dihasilkan oleh UMKM di desa ini. Hal tersebut merupakan langkah penting dalam memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.” Program penerapan teknologi vacuum sealer ini melibatkan pelatihan dan bantuan teknis untuk para pelaku UMKM, termasuk cara penggunaan alat, teknik pengemasan yang efektif, dan standar keamanan pangan yang harus dipatuhi. Selain itu, dukungan dari pemerintah daerah dan lembaga terkait juga menjadi kunci keberhasilan inisiatif ini.
[Gambar]
Desa Bebel, (2/8) – I Kadek Hari Kesuma, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2024 dari Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP), telah melaksanakan pelatihan mengenai keamanan pangan untuk pelaku UMKM di Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, 2 Agustus 2024, dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB di Balai Desa Bebel. Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Bebel, Wahyudi, A.Md, serta 17 pelaku UMKM setempat. Pelatihan ini merupakan bagian dari program multidisiplin yang juga mencakup pembuatan abon dari ikan tongkol yang diadakan pada hari yang sama.
[Gambar]
Gambar 1. Definisi Keamanan Pangan dan Penyebab Kontaminasi Produk Perikanan dan Hasil Laut
Sumber: Dok. Pribadi, 2024.
Kegiatan dimulai dengan sesi pemaparan materi bertema “Definisi Keamanan Pangan dan Penyebab Kontaminasi Produk Perikanan dan Hasil Laut”, yang kemudian dilanjutkan dengan materi tentang “5 Langkah Penting Keamanan Pangan”. Fokus pelatihan ini adalah untuk menanggapi tingginya kasus keracunan makanan serta meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya makanan sehat dan halal. Keamanan pangan menjadi isu krusial dalam masyarakat saat ini. Pemerintah telah menetapkan Undang-Undang Pangan No. 18 Tahun 2012 sebagai dasar hukum untuk melindungi kesehatan masyarakat dari bahaya pangan, mengatur produksi, distribusi, dan konsumsi pangan agar memenuhi standar keamanan, kualitas, dan gizi. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai aspek-aspek penting dalam menjaga keamanan pangan dan memastikan bahwa produk perikanan serta hasil laut yang dikonsumsi bebas dari kontaminasi dan aman untuk dikonsumsi.
[Gambar]
Pekalongan (26/07/2024) - Bebel, Jawa Tengah - Pembuatan monografi kependudukan di Desa Bebel menjadi perhatian utama pemerintah desa dan warga setempat. Proses ini bertujuan untuk memperoleh data yang akurat mengenai jumlah penduduk, kondisi sosial, ekonomi, serta potensi desa yang bisa dikembangkan.
Clarissa Silvia Agustin, seorang mahasiswa jurusan Statistika Universitas Diponegoro yang tergabung dalam KKN TIM II Undip 2023/2024, memberikan pelatihan pembuatan monografi kependudukan menggunakan aplikasi Canva kepada perangkat desa dan anak magang di Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Selain untuk memperoleh data yang akurat, program ini juga bertujuan untuk menjelaskan pentingnya monografi kependudukan sebagai dasar perencanaan pembangunan desa yang lebih terarah dan tepat sasaran.
[Gambar]
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2024 pukul 10.00 WIB di Balai Desa Bebel. Kegiatan berlangsung dua tahap, yaitu pelatihan pembuatan serta pemasangan banner monografi kependudukan Desa Bebel. Dalam program ini terdapat tiga tahap, langkah pertama mengumpulkan data serta menginput data-data seperti jumlah penduduk, mata pencaharian, pendidikan, batas demografis menggunakan Google Spreedsheets. Langkah kedua, membuat diagram-diagram dari data yang telah dibuat dan dianalisis. Langkah terakhir, membuat desain monografi menggunakan aplikasi Canva. Desain yang dibuat kemudian dicetak dalam bentuk stand banner dan dipasang di depan balai desa dengan tujuan dapat dilihat dan dipahami masyarakat yang datang.
[Gambar]Ghina Syakila, Edukasi/Penyuluhan Pencegahan Stunting Melalui Konsumsi Ikan dan Pemanfaatan Teknologi di Desa Bebel (30/07/2024) (foto: dokumen pribadi)
Pekalongan - Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip di Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto, gelar kegiatan Edukasi/Penyuluhan Pencegahan Stunting Melalui Konsumsi Ikan dan Pemanfaatan Teknologi di Desa Bebel.
Wahyudi, A.Md, kepala Desa Bebel, menyebutkan bahwa kasus stunting di Desa Bebel tertinggi sekecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Desa ini memiliki angka stunting yang tinggi dikarenakan populasi penduduk yang juga tinggi dibandingkan desa lainnya di Kecamatan Wonokerto. Dengan kondisi ini, kebutuhan deteksi dini tumbuh kembang anak untuk menangani masalah stunting di Desa Bebel menjadi semakin penting.
Aplikasi Langkah, yang dibuat oleh mahasiswa Universitas Diponegoro, mengandalkan peran-peran mahasiswa lainnya yang tersebar di berbagai lokasi penerjunan KKN untuk menyebarkan informasi tentang aplikasi ini kepada seluruh lapisan masyarakat. Ghina Syakila, mahasiswi jurusan Psikologi yang ditempatkan di Desa Bebel, mengambil peran untuk turut berkontribusi memperkenalkan aplikasi tersebut kepada masyarakat Bebel, terutama pada ibu-ibu peserta posyandu.
Edukasi/penyuluhan terkait pengenalan aplikasi dilakukan pada Selasa, 30 Juli 2024, di Pos 5 Posyandu Seruni Desa Bebel dengan peserta meliputi kader posyandu, ibu-ibu PKK, dan peserta posyandu.
Aplikasi Langkah (langkahkembang.com) menjadi salah satu program inovatif yang diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan anak-anak di Desa Bebel dan menurunkan angka stunting. Aplikasi ini dilengkapi fitur pemantauan tumbuh kembang anak berdasarkan tugas perkembangan berdasarkan teori Piaget serta grafik pertumbuhan fisik anak. Kedua fitur ini digunakan sebagai deteksi dini masalah perkembangan anak baik secara psikologis (keterlambatan) atau secara fisik (stunting).
Kegiatan sosialisasi dan edukasi berlangsung dengan lancar, para siswa dan siswi SMP dan SMA Islam FQ Wonokerto antusias untuk menerima informasi yang disampaikan oleh pembicara.
Penulis: Tim II KKN UNDIP Desa Api-Api
Kamis, 15 Agustus 2024
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program KKN Undip yang berfokus pada pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan potensi lokal. Dengan berakhirnya masa KKN, mahasiswa berharap masyarakat Desa Bebel dapat melanjutkan inisiatif ini secara mandiri dan terus mengembangkan teknologi pemanfaatan sampah plastik untuk kepentingan desa.
Penulis: Karil Hari Latu / 26040121130065 (Ilmu Kelautan – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan)
DPL: Dr. Tuswan, S.T.
Kamis, 15 Agustus 2024
Salah satu tokoh masyarakat Desa Bebel mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini. "Kami sangat berterima kasih atas ilmu yang diberikan oleh adik-adik mahasiswa. Ini sangat membantu kami dalam menjaga agar ikan di laut tetap ada untuk anak cucu kami nanti," ujarnya.
Ketua TIM II KKN Undip juga menyampaikan harapannya agar kegiatan edukasi ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Bebel dalam jangka panjang. "Kami berharap, dengan adanya edukasi ini, masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga kelestarian sumber daya ikan dan menerapkan pengetahuan yang kami berikan dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.
Dalam kegiatan program edukasi ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Dengan sinergi yang terjalin, diharapkan ketahanan pangan di sektor perikanan di Desa Bebel dan sekitarnya dapat terwujud dan terhindar dari ancaman krisis ikan di masa depan.
Penulis: Karil Hari Latu / 26040121130065 (Ilmu Kelautan – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan)
DPL: Dr. Tuswan, S.T.
Kamis, 15 Agustus 2024
Rabu, 14 Agustus 2024
Gambar 2. Foto Bersama dengan UMKM di Desa Bebel
Sumber: Dok. Pribadi, 2024.
Salah satu pelaku UMKM yang telah merasakan manfaat teknologi ini adalah Ibu Juningsih, pemilik usaha Bandeng Presto NGF. Ia mengungkapkan, “Sebelumnya, masa simpan produk kami sangat terbatas, dan sering kali kami harus membuang barang yang sudah tidak layak jual. Dengan teknologi vacuum sealer, kami bisa mengemas produk dengan lebih baik dan memperpanjang masa simpannya. Hal ini sangat membantu dalam mengurangi kerugian dan meningkatkan kepuasan pelanggan.” Teknologi vacuum sealer juga berpotensi membuka peluang pasar baru bagi produk pangan dari Desa Bebel, baik di tingkat lokal maupun nasional. Dengan masa simpan yang lebih lama, produk pangan bisa dikirim ke berbagai daerah dengan risiko kerusakan yang lebih rendah, sehingga meningkatkan peluang distribusi dan penjualan.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan UMKM di desa-desa dan mendorong penggunaan teknologi yang dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Dengan keberhasilan program ini, Desa Bebel diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengadopsi teknologi inovatif untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk pangan mereka.
#BEBEL #WONOKERTO #PEKALONGAN #TIM2KKNUNDIP #KKNREGULER
Penulis: I Kadek Hari Kesuma / 23020121140113 (Teknologi Pangan – Fakultas Peternakan dan Pertanian)
DPL: Dr. Tuswan, S.T.
Minggu, 11 Agustus 2024
Kepala Desa Bebel, Wahyudi, A.Md menyampaikan, "Kami sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan ini. Keamanan pangan adalah hal yang sangat penting bagi kesehatan masyarakat dan keberlangsungan usaha UMKM di desa kami. Dengan pelatihan ini, kami berharap pelaku UMKM dapat lebih memahami dan menerapkan prinsip-prinsip keamanan pangan dengan baik sehingga produk yang mereka hasilkan aman dan berkualitas tinggi. Kami juga berharap adanya kerjasama yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal."
Untuk menjamin bahwa pangan yang diproduksi bebas dari kontaminasi biologis, fisik, dan kimia, sangat penting untuk menerapkan beberapa langkah pencegahan yang efektif. Langkah-langkah tersebut meliputi menjaga kebersihan secara menyeluruh, menghindari penggunaan makanan yang telah tidak layak, menggunakan kemasan yang berkualitas baik, serta tidak menggunakan bahan tambahan pangan (BTP) secara berlebihan dan memastikan bahwa bahan tambahan yang digunakan tidak mengandung bahan berbahaya. Kontaminasi pada produk pangan, baik yang bersifat biologis, fisik, atau kimia, dapat membuat makanan tersebut tidak aman untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Bebel diharapkan untuk lebih berhati-hati dalam memilih bahan pangan dan menjaga sanitasi dan higienitas selama proses produksi, memisahkan bahan pangan mentah dari bahan pangan yang telah dimasak, serta memastikan bahwa bahan baku dimasak dengan sempurna untuk membunuh mikroba patogen.
#BEBEL #WONOKERTO #PEKALONGAN #TIM2KKNUNDIP #KKNREGULER
Penulis: I Kadek Hari Kesuma / 23020121140113 (Teknologi Pangan – Fakultas Peternakan dan Pertanian)
DPL: Dr. Tuswan, S.T.
Minggu, 11 Agustus 2024
Perangkat Desa Bebel dan anak magang menyambut pelatihan dengan sangat antusias, terutama untuk anak magang yang tergolong masih muda untuk bekal nantinya dapat menyajikan data kependudukan dengan lebih menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat, serta dapat memajukan Desa Bebel.
Penulis: Clarissa Silvia Agustin, Prodi Statistika Fakultas Sains dan Matematika, 24050121120015, KKN TIM II Universitas Diponegoro 2023/2024
DPL : Dr Tuswan, S.T.
Kamis, 8 Agustus 2024
Langkah menjadi solusi bagi orang tua untuk mendeteksi pertumbuhan dan perkembangan anak secara lebih mudah dan cepat. Fitur-fitur yang tersedia membantu orang tua untuk secara mandiri memantau tumbuh kembang anak mereka. Harapannya, hadirnya aplikasi Langkah dapat membuat para orang tua lebih proaktif dalam mengidentifikasi gejala stunting dan mengambil langkah pencegahan maupun penanganan yang tepat agar perkembangan anak-anak mereka optimal.
[Gambar]
Penulis: Ghina Syakila, Psikologi, Fakultas Psikologi
Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Tuswan, ST
Kamis, 8 Agustus 2024