Sebelum adanya program kerja KKN "WhatsApp Community" Desa Api-Api mengalami kendala dalam hal komunikasi dan penyebaran informasi di antara warganya. Meskipun sebagian besar penduduk telah memiliki ponsel, akses informasi yang terkoordinasi dan efisien masih terbatas. Warga sering kali mengalami kesulitan dalam mendapatkan informasi terkait program pemerintah, kegiatan desa, atau pengumuman penting lainnya. Komunikasi antarwarga juga cenderung berjalan secara tradisional, seperti melalui pertemuan langsung atau pesan dari mulut ke mulut, yang tidak selalu efektif dan dapat menyebabkan keterlambatan dalam penyampaian informasi. Keterbatasan komunikasi ini juga berdampak pada partisipasi warga dalam kegiatan desa, termasuk dalam hal pengurusan dokumen kependudukan, program bantuan sosial, dan inisiatif komunitas lainnya. Banyak warga yang merasa kurang terinformasi atau tidak mendapatkan informasi sama sekali tentang kegiatan penting yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Hal ini menyebabkan rendahnya tingkat partisipasi warga dan lambatnya penyebaran informasi penting, yang berpotensi menghambat perkembangan desa secara keseluruhan.
Terdapat beberapa manfaat untuk warga dengan adanya whatsapp komunitas ini yaitu, kemudahan akses informasi, peningkatan partisipasi dalam pengambilan keputusan, mempererat hubungan sosial. Sedangkan manfaat untuk perangkat desa yaitu efisiensi dalam penyampaian informasi, peningkatan transparansi pemerintahan desa, mempermudah koordinasi antar perangkat desa. Selain manfaat untuk warga dan perangkat desa Dalam pelaksanaan program KKN "WhatsApp Community" di Desa Api-Api, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dan solusinya telah dirumuskan. Tantangan teknis meliputi masalah jaringan, keterbatasan kuota internet, dan kemampuan warga dalam menggunakan smartphone. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan sosialisasi penggunaan smartphone secara efektif dan diadakan kerja sama dengan provider lokal guna meningkatkan kualitas jaringan di desa. Selain itu, tantangan sosial muncul dari ketidakmampuan sebagian warga dalam mengoperasikan smartphone, yang diselesaikan melalui pembentukan kelompok belajar serta pendampingan oleh pemuda desa yang lebih paham teknologi. Terakhir, tantangan komunikasi seperti penyebaran informasi yang tidak relevan atau hoaks diatasi dengan membentuk aturan grup WhatsApp yang jelas dan menetapkan admin yang aktif untuk memantau serta memastikan bahwa hanya informasi penting dan akurat yang disebarkan di dalam grup.
[Gambar]
Program kerja KKN WhatsApp Komunitas di Desa Api-Api ini dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan fitur komunitas pada aplikasi WhatsApp guna meningkatkan efektivitas komunikasi antara warga dan perangkat desa. Salah satu program utamanya adalah sosialisasi mengenai fitur-fitur WhatsApp komunitas yang belum banyak diketahui warga. Tim KKN akan mengadakan workshop singkat dan demo langsung untuk mempermudah warga memahami cara menggunakan aplikasi ini. Selain itu, tim juga akan membantu dalam pembuatan grup WhatsApp komunitas berdasarkan RT yang ada di Desa Api-Api. Selain sosialisasi, program kerja lainnya yang akan dilaksanakan adalah pembuatan konten yang informatif dan menarik untuk dibagikan di grup WhatsApp komunitas. Konten-konten ini dapat berupa pengumuman kegiatan desa, informasi penting seputar kesehatan, pertanian, atau pemberdayaan masyarakat, serta tips-tips bermanfaat sehari-hari. Tim KKN juga akan memfasilitasi interaksi antarwarga melalui kuis, polling, atau diskusi online. Dengan begitu, diharapkan warga menjadi lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan desa dan saling berbagi informasi. Untuk memastikan keberlangsungan program ini, tim KKN akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap efektivitas WhatsApp komunitas. Evaluasi ini akan dilakukan melalui survei kepada warga dan perangkat desa. Hasil evaluasi akan digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan perbaikan dan pengembangan program di masa mendatang. Selain itu, tim KKN juga akan memberikan pelatihan kepada perangkat desa dalam mengelola grup WhatsApp komunitas, sehingga program ini dapat terus berjalan dengan baik meskipun setelah masa KKN berakhir.
[Gambar]
Penulis : Ariel Wisley Kurniawan
Kamis, 22 Agustus 2024
Api-Api, (22/08/2024) Alur birokrasi merupakan serangkaian proses atau prosedur yang harus diikuti oleh individu atau kelompok dalam berinteraksi dengan lembaga pemerintah atau organisasi untuk menyelesaikan suatu urusan administratif. Alur ini biasanya mencakup langkah-langkah yang sistematis dan terstruktur, mulai dari pengajuan permohonan, verifikasi dokumen, hingga penyelesaian dan penerbitan keputusan atau dokumen yang dimohonkan. Alur birokrasi dirancang untuk memastikan bahwa setiap permohonan atau tindakan administratif diproses secara adil, transparan, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, alur birokrasi juga sering kali dianggap sebagai mekanisme pengawasan dan kontrol dalam pelaksanaan kebijakan publik. Dengan adanya alur yang jelas dan tertib, setiap tindakan administratif dapat dipertanggungjawabkan, dan setiap keputusan yang diambil dapat didasarkan pada data dan informasi yang valid. Namun, alur birokrasi juga sering kali dikritik jika terlalu rumit atau berbelit-belit, karena dapat memperlambat proses pelayanan publik dan menimbulkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut. Oleh karena itu, upaya untuk menyederhanakan alur birokrasi tanpa mengurangi aspek kepatuhan dan transparansi menjadi penting dalam reformasi administrasi publik.
[Gambar]
Proses pengurusan dokumen kependudukan, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, dan dokumen lainnya, dimulai dengan pengumpulan berkas persyaratan yang dibutuhkan. Calon pemohon harus menyiapkan dokumen-dokumen pendukung seperti fotokopi KTP, KK, surat nikah, dan dokumen lainnya sesuai dengan jenis permohonan. Setelah semua berkas lengkap, pemohon dapat mengajukan permohonan di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat atau melalui layanan online jika tersedia. Setelah berkas diajukan, petugas Disdukcapil akan memeriksa kelengkapan dan keabsahan dokumen yang diserahkan. Apabila semua persyaratan terpenuhi, petugas akan memproses permohonan tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku. Proses verifikasi ini meliputi pengecekan data pemohon di sistem administrasi kependudukan, yang memastikan bahwa tidak ada data yang ganda atau tidak valid. Jika ada kekurangan atau ketidaksesuaian dalam berkas, pemohon akan diminta untuk melengkapi atau memperbaikinya.
[Gambar]
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro memberikan penyuluhan mengenai pentingnya maintenance mesin pada kapal
Desa Api Api, [28/07/2024] – Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional kapal nelayan, sebuah kegiatan penyuluhan maintenance mesin kapal digelar di Galangan Kapal Tratebang. Kegiatan yang diinisiasi oleh Auliya Rizky yang merupakan Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro ini menyasar langsung kepada masyarakat pemilik kapal dan nelayan di Desa Api-api.
Kegiatan yang berlangsung pada 28 Juli 2024 ini menghadirkan Bapak Trisno, seorang mekanik kapal berpengalaman yang sudah lama berkecimpung di Desa Api-api. Sebagai sosok yang sangat dipercaya oleh para nelayan, Pak Trisno berbagi pengetahuan dan pengalamannya dalam praktik maintenance mesin kapal sehari-hari.
[Gambar]
Bapak Trisno melakukan pemaparan praktik langsung mengenai maintenance mesin pada kapal
"Dengan perawatan yang tepat, mesin kapal akan lebih awet dan kinerja kapal pun akan lebih optimal," ujar Pak Trisno dalam pemaparannya.
[Gambar]
Api-Api, (21/08/2024) Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan terbesar yang dihadapi masyarakat. Setiap harinya, jutaan ton sampah dihasilkan dari kegiatan rumah tangga, industri, dan komersial. Ketika sampah tidak dikelola dengan baik, terutama sampah non-organik seperti plastik, dampaknya bisa sangat merusak lingkungan. Masalah sampah plastik telah menjadi isu lingkungan yang serius di banyak daerah, termasuk di Desa Api-Api, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Botol plastik, sebagai salah satu jenis sampah yang paling banyak ditemukan, seringkali tidak dikelola dengan baik sehingga menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Untuk mengatasi masalah ini, saya mengadakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengubah sampah botol plastik menjadi produk yang bermanfaat melalui kerajinan tangan. Pengelolaan sampah yang efektif memerlukan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Maka dari itu saya mencoba dari kalangan anak-anak khusunya SDN 01 Api-Api untuk melakukan pendekatan seperti Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) yaitu Mengurangi penggunaan produk sekali pakai, mendaur ulang bahan yang bisa digunakan kembali, serta memanfaatkan sampah menjadi produk baru adalah langkah-langkah yang bisa diambil untuk mengatasi masalah ini. Edukasi dan kesadaran lingkungan juga sangat penting agar masyarakat lebih bertanggung jawab dalam mengelola sampahnya, sehingga dapat tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari untuk generasi mendatang.
Program kerja KKN ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah plastik di Desa Api-Api dengan cara mendaur ulang botol plastik menjadi kerajinan tangan yang bernilai guna. Salah satu produk yang dihasilkan dari program ini adalah tempat pensil yang dibuat dari botol plastik bekas. Selain membantu mengurangi sampah, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat, khususnya anak-anak SDN 01 Api-Api dalam mengolah sampah menjadi barang yang memiliki nilai jual. Selama pelaksanaan program, mahasiswa KKN memberikan pelatihan kepada siswa-siswi SDN 01 Api-Api tentang cara membuat tempat pensil dari botol plastik bekas. Kegiatan ini diawali dengan pengumpulan botol plastik dari lingkungan sekitar sekolah. Setelah itu, para siswa diajari teknik-teknik dasar dalam memotong, mengecat, dan menghias botol plastik menjadi tempat pensil yang menarik. Program ini tidak hanya mengasah kreativitas siswa, tetapi juga mengajarkan mereka pentingnya mendaur ulang sampah dan menjaga kebersihan lingkungan. Hasil dari kegiatan ini adalah berbagai tempat pensil unik dan fungsional yang dihasilkan oleh para siswa, sekaligus peningkatan kesadaran mereka akan pentingnya pengelolaan sampah.
[Gambar]
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Melakukan Penyuluhan K3LL Dasar Dalam Kapal di SD Negeri 01 Api Api
Api Api, Kabupaten Pekalongan (02/08/2024) – Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan keselamatan di laut sejak dini, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan penyuluhan K3LL Dasar yang menarik di SD Negeri 01 Api Api. Kegiatan yang menyasar siswa kelas 6 ini berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan informatif.
[Gambar]
Bertempat di ruang kelas, para siswa disuguhi tayangan video yang berisi penjelasan mengenai K3LL Dasar yang harus diterapkan saat berada di kapal. Video yang dibuat secara khusus dan ditayangkan menggunakan proyektor ini berhasil memikat perhatian seluruh siswa. Setelah menyaksikan video, para siswa diajak untuk mempraktikkan secara langsung beberapa teknik K3LL Dasar di depan kelas.
[Gambar]
Salah satu momen yang paling menarik adalah ketika perwakilan siswa maju ke depan untuk mempraktikkan cara mengenakan life jacket dengan benar. Kegiatan ini tidak hanya membuat siswa lebih memahami materi, tetapi juga memberikan pengalaman langsung yang tak terlupakan.
Api-Api, (20/08/2024) - Lintang, Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro, mengadakan program kerja mengenai edukasi mengenai label produk makanan dan pembuatan label produk agar menarik dan informatif. Desa Api-Api, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, merupakan salah satu desa pesisir dengan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang cukup besar. Namun, banyak dari pelaku UMKM di desa ini menghadapi kendala dalam memasarkan produk mereka secara efektif. Kurangnya pengetahuan tentang pemasaran modern dan kurangnya branding yang kuat menjadi hambatan utama dalam meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas. Melihat permasalahan ini, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari mahasiswa Tim II KKN hadir untuk membantu memberikan solusi praktis dalam membantu UMKM di Desa Api-Api.
[Gambar]
Program kerja KKN ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemasaran produk UMKM di Desa Api-Api melalui pembuatan logo dan label produk yang informatif dan menarik. Dengan adanya logo yang profesional dan label produk yang sesuai dengan standar pasar, diharapkan produk-produk dari UMKM di Desa Api-Api dapat lebih mudah dikenali dan diminati oleh konsumen. Program ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pelaku UMKM tentang pentingnya branding dan pemasaran yang efektif dalam meningkatkan penjualan.
[Gambar]
Pada program kerja ini melibatkan seluruh UMKM warga Desa Api-Api. Program kerja ini dilaksanakan di Balai Desa Api-Api. Program kerja ini berjalan bersamaan dengan program pendampingan BPN terkait label kemasan produk bagi UMKM. Penyampaian materi diawali dengan penjelasan pentingnya label makanan dalam suatu produk makanan. Dalam pelaksanaan program ini, tim KKN menerapkan beberapa metode yang dirancang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan antara lain yaitu survey dan analisis kebutuhan, Tim KKN melakukan survey awal untuk mengidentifikasi produk-produk unggulan UMKM di Desa Api-Api yang membutuhkan peningkatan dalam aspek branding dan pemasaran. Analisis kebutuhan ini penting untuk menentukan desain logo dan label yang sesuai dengan karakteristik produk. Selanjutnya Pelatihan Desain dan Branding, Tim KKN memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM tentang dasar-dasar desain logo, pentingnya branding, dan cara membuat label produk yang informatif. Pelatihan ini melibatkan penggunaan software desain grafis yang sederhana dan mudah dipahami oleh para pelaku UMKM. Pembuatan Logo dan Label Produk, Berdasarkan hasil survey dan pelatihan, tim KKN bekerja sama dengan pelaku UMKM untuk mendesain logo dan label produk yang sesuai dengan identitas dan nilai jual produk. Proses ini melibatkan diskusi dan revisi hingga mencapai hasil yang diinginkan. Terakhir, Pendampingan dan Evaluasi, setelah logo dan label produk selesai dibuat, tim KKN melakukan pendampingan untuk memastikan bahwa pelaku UMKM dapat mengaplikasikan hasil desain tersebut dalam kemasan produk mereka. Tim juga melakukan evaluasi untuk menilai efektivitas dari logo dan label yang telah dibuat dalam meningkatkan penjualan produk.
[Gambar]
Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro melakukan Edukasi dan Pendampingan Pembayaran Pajak secara Online di Desa Api-Api, Kabupaten Pekalongan
Pekalongan, Agustus 2024 – Salsabila, seorang mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (UNDIP), melakukan kegiatan edukasi mengenai pentingnya pajak dan tata cara pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara online. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kepatuhan pajak dan mempermudah proses pembayaran PBB di tingkat desa.
Kurangnya alur yang jelas terkait kolektivitas pembayaran mempersulit pembayaran PBB bagi warga Desa Api-api. Banyak warga harus melakukan pembayaran secara mandiri ke Kantor Pos, yang seringkali memakan waktu dan jarak yang cukup jauh. Situasi ini berpotensi menyebabkan denda akibat keterlambatan pembayaran, sehingga Salsabila dan timnya melakukan insiatif memperkenalkan sistem pembayaran yang lebih efisien dan efektif dengan pelatihan pembayaran PBB secara online.
Salsabila menjelaskan, “Kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pajak perlu ditingkatkan, terutama di era digital ini. Kami ingin menjadikan pembayaran pajak lebih mudah dan cepat bagi warga agar mereka dapat melakukannya dengan nyaman dari rumah.”
Dalam kegiatan ini, penyampaian materi dilakukan dengan melalui edukasi interaktif dan pembagian media leaflet yang berisi informasi mengenai pentingnya pajak dan PBB serta tata cara pembayaran PBB melalui bank konvensional dan . tersebut dirancang untuk mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.
[Gambar]
Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro melakukan Edukasi Digitalisasi Pembayaran menggunakan QRIS di Desa Api-Api, Kabupaten Pekalongan
Pekalongan, Agustus 2024 — Salsabila Rahma Maulida, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (UNDIP), melaksanakan kampanye yang bertujuan untuk mengakselerasi penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) di Desa Api-Api, Kecamatan Wokokerto, Kabupaten Pekalongan. Kampanye ini merupakan upaya signifikan dalam mendigitalkan metode pembayaran yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan tersebut.
Kampanye ini bertujuan untuk memberikan edukasi mendalam tentang QRIS sebagai solusi pembayaran digital yang dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi bagi pelaku usaha. Salsabila mengungkapkan, “Digitalisasi pembayaran melalui QRIS tidak hanya akan mempermudah transaksi tetapi juga memperluas jangkauan pasar bagi UMKM di Desa Api-Api.”
Untuk menyampaikan informasi dengan efektif, Salsabila dan timnya melakukan kunjungan door-to-door ke berbagai UMKM setempat, memberikan edukasi interaktif sekaligus membagikan leaflet informatif. Leaflet tersebut berisi semua yang perlu diketahui tentang QRIS, termasuk manfaatnya, data yang diperlukan untuk pembuatan QRIS, serta tata cara pembuatan melalui bank konvensional dan platform e-commerce.
Di samping itu, program ini juga mencakup pendampingan langsung dalam proses pembuatan QRIS untuk pelaku usaha. Dalam sosialisasi tersebut, Salsabila menekankan pentingnya keamanan dalam bertransaksi. “Kami juga memberikan tips untuk menjaga kerahasiaan data pribadi, seperti , PIN, dan agar transaksi QRIS berlangsung aman,” jelasnya.
[Gambar]
Api-Api, (16/08/2024) – Robert, Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro, mengadakan program kerja mengenai perancangan kembali tata letak pasar Desa Api-Api. Pemaparan program dilakukan kepada Kepala Desa Api-Api di Balai Desa Api-Api, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan pada Senin, 12 Agustus 2024. Program kerja ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan pasar desa dan mendukung kenyamanan para pedagang sehingga mampu menciptakan pasar yang lebih teratur, efisien, dan aman bagi semua pihak yang terlibat.
Program kerja ini diawali dengan analisis mendalam mengenai kondisi pasar yang ada, termasuk pola perdagangan, alur lalu lintas pengunjung, serta fasilitas yang tersedia. Mahasiswa KKN melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang ada, seperti area yang terlalu padat, lokasi pedagang yang kurang strategis, dan fasilitas yang kurang memadai. Dengan kondisi tersebut, mahasiswa KKN membuat rancangan perbaikan terhadap tata letak Pasar Desa Api-Api dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti sirkulasi udara, aksesibilitas, dan zonasi produk, dan sebagainya. Desain rancangan perbaikan tata letak dilakukan dengan menggunakan metode systematic layout planning melalui software BLOCPLAN dan
Program kerja KKN pembuatan persyaratan dokumen kependudukan di Desa Api-Api bertujuan untuk membantu warga desa dalam memahami dan memenuhi persyaratan administratif yang diperlukan untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan Akta Kelahiran. Program ini dirancang untuk memberikan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat agar lebih mudah dalam mengurus dokumen penting tersebut, sehingga setiap warga desa dapat memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Penulis : Ariel Wisley Kurniawan
Kamis, 22 Agustus 2024
[Gambar]
Pemaparan praktek perawatan mesin kapal oleh Bapak Trisno
Mahasiswa Berikan Sentuhan Teoritis
[Gambar]
Mahasiswa menjelaskan secara teoritis mengenai maintenance mesin kapal
Selain praktik, aspek teoritis maintenance mesin kapal juga disampaikan oleh mahasiswa. Dalam pemaparannya menggunakan media powerpoint dan poster yang telah dicetak dan dibagikan untuk menjelaskan secara detail mengenai berbagai komponen mesin kapal, cara kerja, serta prosedur perawatan yang benar. Visualisasi yang menarik membuat materi yang disampaikan mudah dipahami oleh peserta yang sebagian besar merupakan nelayan dengan latar belakang pendidikan yang beragam.
"Kami berharap dengan adanya penyuluhan ini, para nelayan dapat lebih memahami pentingnya melakukan perawatan mesin kapal secara berkala. Ini tidak hanya akan meningkatkan keselamatan saat melaut, tetapi juga dapat meningkatkan hasil tangkapan," ungkap Auliya Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro.
Poster Edukasi Dibagikan
[Gambar]
Poster materi maintenance pada mesin kapal
Sebagai bentuk apresiasi dan untuk memudahkan peserta dalam mengingat materi yang telah disampaikan, mahasiswa membagikan poster edukasi mengenai maintenance mesin kapal. Poster ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi para nelayan dalam melakukan perawatan mandiri di kapal.
Harapan ke Depan
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kapasitas nelayan dalam merawat kapal mereka. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan laut dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
[Gambar]
Pembagian poster materi perawatan mesin kapal
Penulis : Auliya Rizky Ramadhanti
Rabu, 21 Agustus 2024
[Gambar]
Sebelum melakukan hias botol dilakukan edukasi tentang bahaya sampah botol plastik bagi lingkungan. Dalam kegiatan edukasi ini menjelaskan kepada siswa-siswi mengenai proses degradasi plastik yang sangat lambat, yang dapat berlangsung selama ratusan tahun. Mereka juga memaparkan dampak buruk dari akumulasi sampah plastik di lingkungan, seperti pencemaran tanah, air, dan laut, serta ancaman terhadap kehidupan satwa yang sering kali terjerat atau mengonsumsi plastik. Kegiatan ini diakhiri dengan ajakan kepada siswa-siswi untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dengan cara mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, dan mendaur ulang botol plastik menjadi barang yang bermanfaat. Para siswa juga diajak untuk menularkan pengetahuan ini kepada keluarga dan teman-teman mereka, sehingga dampak positif dari edukasi ini dapat meluas ke masyarakat sekitar. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan generasi muda di Desa Api-Api dapat tumbuh dengan kesadaran lingkungan yang tinggi, serta mampu berkontribusi dalam upaya pelestarian alam di masa depan.
Penulis : Lintang Caktiastika Aulia Rachman
Rabu, 21 Agustus 2024
[Gambar][Gambar]
Sebagai bentuk dukungan terhadap program ini, mahasiswa menyerahkan life jacket dan perlengkapan P3K kepada pihak desa dan sekolah. Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk melengkapi sarana dan prasarana keselamatan di wilayah tersebut. Selain itu, seluruh siswa juga mendapatkan bingkisan menarik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Auliya selaku penyelenggara mengungkapkan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan. "Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk turut serta dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya K3LL. Dengan menanamkan kesadaran sejak dini, kita dapat menciptakan generasi muda yang sadar akan keselamatan," pungkasnya.
Penulis : Auliya Rizky Ramadhanti
Rabu, 21 Agustus 2024
Penulis : Lintang Caktiastika Aulia Rachman
Selasa, 20 Agustus 2024
“Kami juga melakukan pendampingan pelatihan untuk melakukan pembayaran PBB secara online menggunakan aplikasi digital yang memiliki aksesibilitas yang mudah. Dengan pendekatan ini, diharapkan warga dapat lebih paham dalam mengaplikasikan cara pembayaran yang tepat sesuai dengan sistem self-assessment”, ungkap Salsabila sebagai coordinator Acara.
Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan inisiatif warga untuk membayar pajak dengan cara yang lebih mandiri. Dengan memahami cara pembayaran online, mereka dapat menghindari denda dan keterlambatan yang sering terjadi. Selain itu, pendekatan konvensional yang mengedepankan interaksi langsung dianggap lebih efektif, terutama bagi generasi yang lebih menyukai teknologi dan interaksi digital.
Kegiatan edukasi yang dilakukan oleh Salsabila dan tim KKN UNDIP di Desa Api-Api adalah langkah positif untuk mendukung digitalisasi perpajakan. Dengan menyediakan pengetahuan dan akses kepada masyarakat, diharapkan kesadaran akan pentingnya pembayaran PBB dan pemahaman tentang sistem perpajakan dapat meningkat, memberikan dampak yang lebih besar bagi pembangunan desa. Pembayaran pajak secara elektronik bukan hanya membuat kehidupan warga menjadi lebih praktis, tetapi juga berkontribusi pada pendapatan daerah yang lebih baik.
Penulis: Salsabila Rahma Maulida
Selasa, 20 Agustus 2024
Dengan diadopsinya QRIS, diharapkan UMKM di Desa Api-Api dapat menikmati berbagai manfaat, seperti peningkatan efisiensi dalam proses transaksi dan keunggulan dalam kompetisi pasar. Penggunaan QRIS tidak hanya menyederhanakan proses pembayaran, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap transaksi yang dilakukan.
Sosialisasi yang dikoordinasi oleh Salsabila ini menunjukkan upaya nyata para mahasiswa dalam mendorong digitalisasi di daerah pedesaan, serta memberikan kontribusi berharga bagi pengembangan ekonomi lokal. Dengan langkah ini, Desa Api-Api diharapkan akan mengalami transformasi positif menuju pemanfaatan teknologi dalam transaksi keuangan.
Kampanye Pembayaran Digital yang berhasil dilaksanakan di Desa Api-Api adalah contoh inspiratif bagi inisiatif serupa di daerah lain. Melalui sinergi antara pendidikan dan komunitas, digitalisasi pembayaran menggunakan QRIS dapat menjadi langkah awal menuju kemajuan ekonomi yang lebih luas.
Penulis: Salsabila Rahma Maulida
Selasa, 20 Agustus 2024
[Gambar]
Setelah desain rancangan tata letak pasar selesai, mahasiswa KKN mempresentasikan rancangan tersebut kepada Kepala Desa selaku pengambil keputusan tertinggi. Mahasiswa KKN juga menjelaskan manfaat yang akan diperoleh dari perubahan ini. Kepala Desa Api-Api memberikan respon yang baik selama sesi pemaparan dan diskusi. Terlepas dari realisasinya yang membutuhkan waktu jangka panjang, beliau merasa bahwa perubahan ini akan memberikan lingkungan pasar yang bersih, aman, nyaman, dan sehat. Selain itu, kepala desa juga mengapresiasi upaya mahasiswa KKN dalam memberikan solusi untuk permasalahan pasar dan para pedagang yang masih berdagang di pinggir jalan. Dengan tata letak pasar yang lebih baik, diharapkan Pasar Desa Api-Api dapat menjadi tempat yang lebih nyaman, efisien, dan aman bagi semua pihak. Mahasiswa KKN berharap bahwa inisiatif ini akan menjadi langkah awal menuju pengembangan pasar desa yang lebih baik.
Penulis: Robert
Selasa, 20 Agustus 2024