[Gambar]
Wonokerto, 4 September 2025 – Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, menggelar kegiatan Evaluasi, Pembinaan, dan Penyerahan Reward & Piagam Penghargaan kepada para peserta Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Wonokerto ini dihadiri oleh Camat Wonokerto, unsur Forkopimcam, para pembina Paskibra, perwakilan sekolah, serta seluruh anggota Paskibra yang telah sukses melaksanakan tugas pengibaran dan penurunan bendera pada upacara 17 Agustus 2025 lalu.
Dalam sambutannya, Camat Wonokerto, Bapak Abdul Qoyyum SH, M.A.P, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Paskibra atas dedikasi, semangat, dan kedisiplinan yang telah ditunjukkan sejak proses seleksi hingga pelaksanaan upacara.
“Kalian adalah putra-putri terbaik Kecamatan Wonokerto yang telah membanggakan tidak hanya sekolah masing-masing, tapi juga masyarakat luas. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan ke depan,” ujarnya.
[Gambar]
Pekan Raya Kajen 2025 kembali digelar sebagai salah satu agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam rangka mempromosikan potensi daerah di berbagai sektor, mulai dari UMKM, pertanian, pariwisata, hingga kelautan dan perikanan. Tahun ini, Kecamatan Wonokerto serta PKK Kab. Pekalongan mendapat kesempatan mengikuti kegiatan tersebut, dengan menonjolkan potensi unggulan wilayah pesisir: penjualan ikan segar langsung dari nelayan.
Wonokerto, yang dikenal sebagai salah satu sentra perikanan tangkap di pesisir utara Jawa, turut meramaikan Pekan Raya Kajen dengan membuka stan-stan penjualan ikan segar. Beragam hasil laut ditawarkan, seperti ikan tenggiri, tongkol, kembung, kakap, hingga cumi dan udang, semuanya dalam kondisi segar karena langsung didatangkan dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) setempat.
[Gambar]
Melalui kegiatan ini, Kecamatan Wonokerto menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal, sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat pesisir. Antusiasme masyarakat pun sangat tinggi, terlihat dari ramainya pengunjung yang memanfaatkan momentum ini untuk mendapatkan ikan segar dengan harga yang terjangkau.
Pekan Raya Kajen 2025 bukan hanya menjadi ajang hiburan dan promosi, tetapi juga wadah pemberdayaan masyarakat serta sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal. Diharapkan, melalui kegiatan ini, Kec.Wonokerto dan seluruh wilayah di Kabupaten Pekalongan dapat semakin dikenal luas atas potensi dan kekayaan alam yang dimilikinya.
[Gambar]
Ribuan Warga Wonokerto Meriahkan Jalan Sehat HUT RI ke-80 dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-403
PEKALONGAN, 23 Agustus 2025 – Ribuan warga Kecamatan Wonokerto tumpah ruah mengikuti kegiatan jalan sehat yang digelar Pemerintah Kecamatan Wonokerto, Sabtu (23/8/2025). Start dan finish berlangsung di depan Kantor Kecamatan Wonokerto, dengan peserta dari berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak, pelajar, ASN, hingga tokoh masyarakat.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan Bangsa Indonesia sekaligus memperingati Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-403. Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan H. Sumar Rosul, jajaran Polsek Wonokerto, Kepala Desa se-Kecamatan Wonokerto, Kepala Sekolah SD dan SMP Negeri/Swasta, ASN, serta ribuan warga dari 11 desa di wilayah Wonokerto.
Untuk menambah antusiasme, panitia menyiapkan 10.200 kupon undian berhadiah dengan doorprize utama berupa seekor kambing, tiga unit sepeda listrik, satu sepeda gunung, kulkas, dua voucher umroh senilai Rp1 juta, serta ratusan hadiah menarik lainnya.
Camat Wonokerto, Abdul Qoyyum, S.H., M.A.P., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya acara. “Terima kasih kepada masyarakat Wonokerto, pemerintah desa, instansi pendidikan, para donatur, dan panitia. Semoga kegiatan ini mempererat persatuan dan menjadi wujud syukur atas kemerdekaan serta hari jadi Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Mahasiswa KKN UNDIP Luncurkan Strategi Digital Marketing, UMKM Desa Bebel Bersiap Go Digital!
Bebel, 26 Juli 2024 — Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro meluncurkan sebuah inisiatif inovatif yang bertujuan untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bebel melalui penerapan strategi digital marketing. Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya saing UMKM lokal di era digital.
Dalam pelaksanaan program KKN ini, para mahasiswa bekerja sama dengan perangkat desa dan para pelaku UMKM untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi dalam pemasaran produk secara online. Mereka menyusun strategi pemasaran digital yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik UMKM di desa tersebut, mulai dari pembuatan konten kreatif, penggunaan media sosial, hingga pemanfaatan platform e-commerce.
[Gambar]
[Gambar]
Kamis, 2 Oktober 2025
[Gambar]
Rabu, 1 Oktober 2025
[Gambar]
Rabu, 1 Oktober 2025
[Gambar]
Selasa, 30 September 2025
[Gambar]
Setelah sesi evaluasi dan pembinaan yang dipandu oleh tim pelatih, acara dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan dan reward kepada seluruh anggota Paskibra, sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan keberhasilan mereka.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi, berdisiplin, serta menanamkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air.
Kamis, 4 September 2025
Senin, 1 September 2025
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Sumar Rosul, menekankan pentingnya kebersamaan. “Inti dari acara jalan sehat ini adalah kita bersama-sama mensyukuri HUT ke-80 Kemerdekaan Bangsa Indonesia sekaligus Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-403,” tuturnya.
Sejumlah warga yang hadir mengaku bangga dan senang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka menilai jalan sehat bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan memperkokoh persatuan sebagai warga bangsa.
Selasa, 26 Agustus 2025
| Gambar 1. Mahasiswa KKN UNDIP Mendampingi Warga dalam Melakukan Penitikan di Google Maps |
Salah satu mahasiswa KKN yang terlibat, Daniel Oka Anjaramano, menyatakan bahwa program ini didorong oleh kebutuhan UMKM untuk beradaptasi dengan tren digital yang semakin mendominasi pasar. “Kami melihat bahwa banyak UMKM di Desa Bebel memiliki produk berkualitas, namun kurang dikenal luas karena keterbatasan akses dan pengetahuan tentang pemasaran digital. Dengan strategi yang kami rancang, kami berharap dapat membantu mereka mencapai pasar yang lebih luas dan meningkatkan penjualan mereka,” ujar Daniel.
Selain itu, program ini juga mencakup pendampingan dalam penitikan lokasi usaha di Google Maps. Langkah ini dianggap krusial karena akan memudahkan pelanggan menemukan lokasi UMKM secara langsung, meningkatkan visibilitas usaha, dan mempermudah interaksi dengan konsumen. “Dengan adanya titik lokasi di Google Maps, konsumen dari luar daerah pun bisa dengan mudah menemukan lokasi usaha, yang tentunya bisa meningkatkan kunjungan dan penjualan,” tambah Daniel.
[Gambar]
| Gambar 2. Penjelasan Langkah - Langkah Penitikan Lokasi Usaha di Google Maps |
Program ini juga melibatkan pelatihan dan workshop untuk para pelaku UMKM agar mereka bisa memahami dan menerapkan strategi digital marketing secara mandiri. Bu Juningsih, salah satu pelaku UMKM di Desa Bebel, mengungkapkan antusiasmenya terhadap program ini. “Saya sangat senang karena akhirnya bisa belajar cara memasarkan produk saya secara online. Selama ini, saya hanya mengandalkan penjualan dari mulut ke mulut dan pasar lokal. Dengan bantuan dari mahasiswa KKN, saya yakin usaha saya bisa berkembang lebih besar lagi,” katanya.
Kepala Desa Bebel, Pak Wahyudi, turut mengapresiasi langkah yang diambil oleh para mahasiswa KKN ini. Menurutnya, program ini sangat relevan dengan kebutuhan UMKM di desa, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang menuntut inovasi dan adaptasi. “Kami sangat mendukung inisiatif ini karena UMKM adalah tulang punggung ekonomi desa. Dengan digitalisasi dan bantuan teknologi seperti Google Maps, kami berharap UMKM Desa Bebel bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Program KKN ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi UMKM di Desa Bebel, tidak hanya dalam hal peningkatan penjualan, tetapi juga dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang lebih adaptif terhadap teknologi. Mahasiswa KKN berencana untuk terus mendampingi para pelaku UMKM dalam beberapa bulan ke depan untuk memastikan bahwa strategi yang telah disusun dapat diimplementasikan dengan baik.
[Gambar]
| Gambar 3. Foto Bersama Perangkat Desa dan Para Pelaku UMKM |
Dengan adanya program ini, UMKM Desa Bebel kini siap melangkah ke era digital, memperkuat posisinya di pasar, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara keseluruhan.
Penulis: Mahasiswa KKN Tim 2 Universitas Diponegoro di Desa Bebel
Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Tuswan, ST
Rabu, 28 Agustus 2024