[Gambar]
Wonokerto, 4 September 2025 – Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, menggelar kegiatan Evaluasi, Pembinaan, dan Penyerahan Reward & Piagam Penghargaan kepada para peserta Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Wonokerto ini dihadiri oleh Camat Wonokerto, unsur Forkopimcam, para pembina Paskibra, perwakilan sekolah, serta seluruh anggota Paskibra yang telah sukses melaksanakan tugas pengibaran dan penurunan bendera pada upacara 17 Agustus 2025 lalu.
Dalam sambutannya, Camat Wonokerto, Bapak Abdul Qoyyum SH, M.A.P, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Paskibra atas dedikasi, semangat, dan kedisiplinan yang telah ditunjukkan sejak proses seleksi hingga pelaksanaan upacara.
“Kalian adalah putra-putri terbaik Kecamatan Wonokerto yang telah membanggakan tidak hanya sekolah masing-masing, tapi juga masyarakat luas. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan ke depan,” ujarnya.
[Gambar]
Pekan Raya Kajen 2025 kembali digelar sebagai salah satu agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam rangka mempromosikan potensi daerah di berbagai sektor, mulai dari UMKM, pertanian, pariwisata, hingga kelautan dan perikanan. Tahun ini, Kecamatan Wonokerto serta PKK Kab. Pekalongan mendapat kesempatan mengikuti kegiatan tersebut, dengan menonjolkan potensi unggulan wilayah pesisir: penjualan ikan segar langsung dari nelayan.
Wonokerto, yang dikenal sebagai salah satu sentra perikanan tangkap di pesisir utara Jawa, turut meramaikan Pekan Raya Kajen dengan membuka stan-stan penjualan ikan segar. Beragam hasil laut ditawarkan, seperti ikan tenggiri, tongkol, kembung, kakap, hingga cumi dan udang, semuanya dalam kondisi segar karena langsung didatangkan dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) setempat.
[Gambar]
Melalui kegiatan ini, Kecamatan Wonokerto menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal, sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat pesisir. Antusiasme masyarakat pun sangat tinggi, terlihat dari ramainya pengunjung yang memanfaatkan momentum ini untuk mendapatkan ikan segar dengan harga yang terjangkau.
Pekan Raya Kajen 2025 bukan hanya menjadi ajang hiburan dan promosi, tetapi juga wadah pemberdayaan masyarakat serta sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal. Diharapkan, melalui kegiatan ini, Kec.Wonokerto dan seluruh wilayah di Kabupaten Pekalongan dapat semakin dikenal luas atas potensi dan kekayaan alam yang dimilikinya.
[Gambar]
Ribuan Warga Wonokerto Meriahkan Jalan Sehat HUT RI ke-80 dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-403
PEKALONGAN, 23 Agustus 2025 – Ribuan warga Kecamatan Wonokerto tumpah ruah mengikuti kegiatan jalan sehat yang digelar Pemerintah Kecamatan Wonokerto, Sabtu (23/8/2025). Start dan finish berlangsung di depan Kantor Kecamatan Wonokerto, dengan peserta dari berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak, pelajar, ASN, hingga tokoh masyarakat.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan Bangsa Indonesia sekaligus memperingati Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-403. Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan H. Sumar Rosul, jajaran Polsek Wonokerto, Kepala Desa se-Kecamatan Wonokerto, Kepala Sekolah SD dan SMP Negeri/Swasta, ASN, serta ribuan warga dari 11 desa di wilayah Wonokerto.
Untuk menambah antusiasme, panitia menyiapkan 10.200 kupon undian berhadiah dengan doorprize utama berupa seekor kambing, tiga unit sepeda listrik, satu sepeda gunung, kulkas, dua voucher umroh senilai Rp1 juta, serta ratusan hadiah menarik lainnya.
Camat Wonokerto, Abdul Qoyyum, S.H., M.A.P., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya acara. “Terima kasih kepada masyarakat Wonokerto, pemerintah desa, instansi pendidikan, para donatur, dan panitia. Semoga kegiatan ini mempererat persatuan dan menjadi wujud syukur atas kemerdekaan serta hari jadi Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Mahasiswa KKN UNDIP Luncurkan Strategi Digital Marketing, UMKM Desa Bebel Bersiap Go Digital!
Bebel, 26 Juli 2024 — Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro meluncurkan sebuah inisiatif inovatif yang bertujuan untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bebel melalui penerapan strategi digital marketing. Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya saing UMKM lokal di era digital.
Dalam pelaksanaan program KKN ini, para mahasiswa bekerja sama dengan perangkat desa dan para pelaku UMKM untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi dalam pemasaran produk secara online. Mereka menyusun strategi pemasaran digital yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik UMKM di desa tersebut, mulai dari pembuatan konten kreatif, penggunaan media sosial, hingga pemanfaatan platform e-commerce.
[Gambar]
[Gambar]
Pelaksanaan Program Kerja Inovasi Abon Ikan Tongkol sebagai Solusi Pencegahan Stunting di Desa Bebel
Pada 2 Agustus 2024, Balai Desa Bebel menjadi saksi pelaksanaan program pelatihan pembuatan abon ikan tongkol yang diadakan oleh mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu PKK, kader posyandu, serta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di desa tersebut. Dengan tujuan mengedukasi dan memberdayakan masyarakat, pelatihan ini mengombinasikan keterampilan praktis dengan pengetahuan gizi yang penting bagi kesehatan keluarga, sekaligus mendukung pencegahan stunting yang kian meresahkan.
Program kerja pencegahan stunting yang dibawakan oleh mahasiswa KKN dibagi menjadi dua kegiatan besar, yakni pelatihan pembuatan abon ikan tongkol dan edukasi mengenai stunting. Pelatihan ini berawal dari pemahaman bahwa ikan tongkol merupakan salah satu sumber protein hewani yang melimpah dan bergizi, tetapi sering kali kurang dimanfaatkan secara optimal. Banyak rumah tangga terbiasa mengolah ikan dalam bentuk yang sama tanpa menyadari potensi ikan tongkol untuk dijadikan produk olahan yang lebih menarik dan bernilai ekonomi, seperti abon. Dengan meningkatnya prevalensi masalah gizi, terutama di kalangan anak-anak, mahasiswa KKN ini merasa perlu untuk memberikan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Bebel. Selain pelatihan, rangkaian kegiatan edukasi lainnya (dilaksanakan pada 30 Juli 2024 di Pos 5 Posyandu Seruni) yakni berupa penyuluhan terkait pentingnya stok ikan di masa depan yang disampaikan oleh Karil Hari Latu, mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), penyuluhan terkait oleh Novia Gavina, mahasiswi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan (FPIK), serta penyuluhan terkait oleh Ghina Syakila, mahasiswi Fakultas Psikologi (FPsi).
Sebelum adanya program kerja KKN "WhatsApp Community" Desa Api-Api mengalami kendala dalam hal komunikasi dan penyebaran informasi di antara warganya. Meskipun sebagian besar penduduk telah memiliki ponsel, akses informasi yang terkoordinasi dan efisien masih terbatas. Warga sering kali mengalami kesulitan dalam mendapatkan informasi terkait program pemerintah, kegiatan desa, atau pengumuman penting lainnya. Komunikasi antarwarga juga cenderung berjalan secara tradisional, seperti melalui pertemuan langsung atau pesan dari mulut ke mulut, yang tidak selalu efektif dan dapat menyebabkan keterlambatan dalam penyampaian informasi. Keterbatasan komunikasi ini juga berdampak pada partisipasi warga dalam kegiatan desa, termasuk dalam hal pengurusan dokumen kependudukan, program bantuan sosial, dan inisiatif komunitas lainnya. Banyak warga yang merasa kurang terinformasi atau tidak mendapatkan informasi sama sekali tentang kegiatan penting yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Hal ini menyebabkan rendahnya tingkat partisipasi warga dan lambatnya penyebaran informasi penting, yang berpotensi menghambat perkembangan desa secara keseluruhan.
Terdapat beberapa manfaat untuk warga dengan adanya whatsapp komunitas ini yaitu, kemudahan akses informasi, peningkatan partisipasi dalam pengambilan keputusan, mempererat hubungan sosial. Sedangkan manfaat untuk perangkat desa yaitu efisiensi dalam penyampaian informasi, peningkatan transparansi pemerintahan desa, mempermudah koordinasi antar perangkat desa. Selain manfaat untuk warga dan perangkat desa Dalam pelaksanaan program KKN "WhatsApp Community" di Desa Api-Api, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dan solusinya telah dirumuskan. Tantangan teknis meliputi masalah jaringan, keterbatasan kuota internet, dan kemampuan warga dalam menggunakan smartphone. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan sosialisasi penggunaan smartphone secara efektif dan diadakan kerja sama dengan provider lokal guna meningkatkan kualitas jaringan di desa. Selain itu, tantangan sosial muncul dari ketidakmampuan sebagian warga dalam mengoperasikan smartphone, yang diselesaikan melalui pembentukan kelompok belajar serta pendampingan oleh pemuda desa yang lebih paham teknologi. Terakhir, tantangan komunikasi seperti penyebaran informasi yang tidak relevan atau hoaks diatasi dengan membentuk aturan grup WhatsApp yang jelas dan menetapkan admin yang aktif untuk memantau serta memastikan bahwa hanya informasi penting dan akurat yang disebarkan di dalam grup.
Api-Api, (22/08/2024) Alur birokrasi merupakan serangkaian proses atau prosedur yang harus diikuti oleh individu atau kelompok dalam berinteraksi dengan lembaga pemerintah atau organisasi untuk menyelesaikan suatu urusan administratif. Alur ini biasanya mencakup langkah-langkah yang sistematis dan terstruktur, mulai dari pengajuan permohonan, verifikasi dokumen, hingga penyelesaian dan penerbitan keputusan atau dokumen yang dimohonkan. Alur birokrasi dirancang untuk memastikan bahwa setiap permohonan atau tindakan administratif diproses secara adil, transparan, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, alur birokrasi juga sering kali dianggap sebagai mekanisme pengawasan dan kontrol dalam pelaksanaan kebijakan publik. Dengan adanya alur yang jelas dan tertib, setiap tindakan administratif dapat dipertanggungjawabkan, dan setiap keputusan yang diambil dapat didasarkan pada data dan informasi yang valid. Namun, alur birokrasi juga sering kali dikritik jika terlalu rumit atau berbelit-belit, karena dapat memperlambat proses pelayanan publik dan menimbulkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut. Oleh karena itu, upaya untuk menyederhanakan alur birokrasi tanpa mengurangi aspek kepatuhan dan transparansi menjadi penting dalam reformasi administrasi publik.
[Gambar]
Proses pengurusan dokumen kependudukan, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, dan dokumen lainnya, dimulai dengan pengumpulan berkas persyaratan yang dibutuhkan. Calon pemohon harus menyiapkan dokumen-dokumen pendukung seperti fotokopi KTP, KK, surat nikah, dan dokumen lainnya sesuai dengan jenis permohonan. Setelah semua berkas lengkap, pemohon dapat mengajukan permohonan di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat atau melalui layanan online jika tersedia. Setelah berkas diajukan, petugas Disdukcapil akan memeriksa kelengkapan dan keabsahan dokumen yang diserahkan. Apabila semua persyaratan terpenuhi, petugas akan memproses permohonan tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku. Proses verifikasi ini meliputi pengecekan data pemohon di sistem administrasi kependudukan, yang memastikan bahwa tidak ada data yang ganda atau tidak valid. Jika ada kekurangan atau ketidaksesuaian dalam berkas, pemohon akan diminta untuk melengkapi atau memperbaikinya.
[Gambar]
Selasa, 30 September 2025
[Gambar]
Setelah sesi evaluasi dan pembinaan yang dipandu oleh tim pelatih, acara dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan dan reward kepada seluruh anggota Paskibra, sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan keberhasilan mereka.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi, berdisiplin, serta menanamkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air.
Kamis, 4 September 2025
Senin, 1 September 2025
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Sumar Rosul, menekankan pentingnya kebersamaan. “Inti dari acara jalan sehat ini adalah kita bersama-sama mensyukuri HUT ke-80 Kemerdekaan Bangsa Indonesia sekaligus Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-403,” tuturnya.
Sejumlah warga yang hadir mengaku bangga dan senang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka menilai jalan sehat bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan memperkokoh persatuan sebagai warga bangsa.
Selasa, 26 Agustus 2025
| Gambar 1. Mahasiswa KKN UNDIP Mendampingi Warga dalam Melakukan Penitikan di Google Maps |
Salah satu mahasiswa KKN yang terlibat, Daniel Oka Anjaramano, menyatakan bahwa program ini didorong oleh kebutuhan UMKM untuk beradaptasi dengan tren digital yang semakin mendominasi pasar. “Kami melihat bahwa banyak UMKM di Desa Bebel memiliki produk berkualitas, namun kurang dikenal luas karena keterbatasan akses dan pengetahuan tentang pemasaran digital. Dengan strategi yang kami rancang, kami berharap dapat membantu mereka mencapai pasar yang lebih luas dan meningkatkan penjualan mereka,” ujar Daniel.
Selain itu, program ini juga mencakup pendampingan dalam penitikan lokasi usaha di Google Maps. Langkah ini dianggap krusial karena akan memudahkan pelanggan menemukan lokasi UMKM secara langsung, meningkatkan visibilitas usaha, dan mempermudah interaksi dengan konsumen. “Dengan adanya titik lokasi di Google Maps, konsumen dari luar daerah pun bisa dengan mudah menemukan lokasi usaha, yang tentunya bisa meningkatkan kunjungan dan penjualan,” tambah Daniel.
[Gambar]
| Gambar 2. Penjelasan Langkah - Langkah Penitikan Lokasi Usaha di Google Maps |
Program ini juga melibatkan pelatihan dan workshop untuk para pelaku UMKM agar mereka bisa memahami dan menerapkan strategi digital marketing secara mandiri. Bu Juningsih, salah satu pelaku UMKM di Desa Bebel, mengungkapkan antusiasmenya terhadap program ini. “Saya sangat senang karena akhirnya bisa belajar cara memasarkan produk saya secara online. Selama ini, saya hanya mengandalkan penjualan dari mulut ke mulut dan pasar lokal. Dengan bantuan dari mahasiswa KKN, saya yakin usaha saya bisa berkembang lebih besar lagi,” katanya.
Kepala Desa Bebel, Pak Wahyudi, turut mengapresiasi langkah yang diambil oleh para mahasiswa KKN ini. Menurutnya, program ini sangat relevan dengan kebutuhan UMKM di desa, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang menuntut inovasi dan adaptasi. “Kami sangat mendukung inisiatif ini karena UMKM adalah tulang punggung ekonomi desa. Dengan digitalisasi dan bantuan teknologi seperti Google Maps, kami berharap UMKM Desa Bebel bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Program KKN ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi UMKM di Desa Bebel, tidak hanya dalam hal peningkatan penjualan, tetapi juga dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang lebih adaptif terhadap teknologi. Mahasiswa KKN berencana untuk terus mendampingi para pelaku UMKM dalam beberapa bulan ke depan untuk memastikan bahwa strategi yang telah disusun dapat diimplementasikan dengan baik.
[Gambar]
| Gambar 3. Foto Bersama Perangkat Desa dan Para Pelaku UMKM |
Dengan adanya program ini, UMKM Desa Bebel kini siap melangkah ke era digital, memperkuat posisinya di pasar, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara keseluruhan.
Penulis: Mahasiswa KKN Tim 2 Universitas Diponegoro di Desa Bebel
Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Tuswan, ST
Rabu, 28 Agustus 2024
[Gambar]
Pada kegiatan pelatihan pembuatan abon, setelah sambutan pembuka dari kepala desa yang mengungkapkan dukungan penuh terhadap program ini, salah satu mahasiswa mulai menjelaskan tentang kandungan gizi ikan tongkol. I Kadek Hari Kesuma yang merupakan mahasiswa jurusan Teknologi Pangan Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) memaparkan terlebih dahulu mengenai Pengetahuan ini sangat relevan, terutama dalam konteks pencegahan stunting —suatu kondisi yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, yang dapat memengaruhi pertumbuhan fisik dan kemampuan kognitif anak.
Lalu, mahasiswa mulai mendemonstrasikan cara pembuatan abon dimulai dari pengenalan bahan-bahan yang diperlukan. Mahasiswa juga membagikan selebaran resep dan cara pembuatan agar audiens bisa langsung membaca secara detail mulai dari keperluan bumbu hingga takaran yang tepat sehingga dapat diterapkan di rumah. Mahasiswa KKN melakukan pembuatan abon dari awal hingga akhir proses yakni pengemasan produk akhir. Setiap tahap dilalui dengan antusiasme tinggi, di mana peserta saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, mulai dari menyimak pemisahan tulang ikan, pencampuran bahan, pengadukan abon, hingga penirisan. Setelah ditiriskan, kemudian I Kadek Hari Kesuma juga mengadakan sehingga abon mempunyai daya simpan yang tahan lama.
[Gambar]
Pengalaman praktis ini tidak hanya membuat peserta lebih terampil dalam mengolah ikan menjadi abon, tetapi juga menyadarkan mereka bahwa produk ini dapat menjadi sumber pendapatan tambahan. Abon ikan tongkol yang dihasilkan memiliki rasa yang lezat dan nilai jual yang menarik, sehingga diharapkan bisa menjadi produk khas Desa Bebel yang bisa dijajakan di pasar. Selain itu, mahasiswa juga membagikan resep dan panduan lainnya agar peserta dapat mempraktikkan ilmu yang diperoleh dan terus berinovasi di rumah.
Kegiatan pelatihan ini memberikan dampak yang jauh lebih dari sekadar keterampilan praktis. Setelah mengikuti pelatihan, peserta merasa lebih termotivasi untuk mengelola sumber daya lokal dengan lebih baik. Harapan besar tumbuh bahwa, dengan memperkuat keterampilan dan pengetahuan, mereka dapat berkontribusi pada peningkatan ekonomi keluarga dan komunitas. Dalam konteks pencegahan stunting, kesadaran akan pentingnya asupan gizi yang baik juga meningkat, mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan pola makan keluarga, terutama bagi anak-anak.
Pelatihan diakhiri dengan makan abon bersama di Balai Desa. Mahasiswa KKN dari Universitas Diponegoro merasa bangga dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Desa Bebel. Program pelatihan ini diharapkan bukan hanya sebuah kegiatan satu kali, tetapi merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran gizi yang lebih baik dan mendorong produktivitas ekonomi di desa. Diharapkan kedepannya, kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut, memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, dan menjadikan Desa Bebel sebagai desa yang tidak hanya produktif dan inovatif, tetapi juga sehat.
Penulis: Mahasiswa KKN Tim 2 Universitas Diponegoro di Desa Bebel
Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Tuswan, ST
Selasa, 27 Agustus 2024
[Gambar]
Program kerja KKN WhatsApp Komunitas di Desa Api-Api ini dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan fitur komunitas pada aplikasi WhatsApp guna meningkatkan efektivitas komunikasi antara warga dan perangkat desa. Salah satu program utamanya adalah sosialisasi mengenai fitur-fitur WhatsApp komunitas yang belum banyak diketahui warga. Tim KKN akan mengadakan workshop singkat dan demo langsung untuk mempermudah warga memahami cara menggunakan aplikasi ini. Selain itu, tim juga akan membantu dalam pembuatan grup WhatsApp komunitas berdasarkan RT yang ada di Desa Api-Api. Selain sosialisasi, program kerja lainnya yang akan dilaksanakan adalah pembuatan konten yang informatif dan menarik untuk dibagikan di grup WhatsApp komunitas. Konten-konten ini dapat berupa pengumuman kegiatan desa, informasi penting seputar kesehatan, pertanian, atau pemberdayaan masyarakat, serta tips-tips bermanfaat sehari-hari. Tim KKN juga akan memfasilitasi interaksi antarwarga melalui kuis, polling, atau diskusi online. Dengan begitu, diharapkan warga menjadi lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan desa dan saling berbagi informasi. Untuk memastikan keberlangsungan program ini, tim KKN akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap efektivitas WhatsApp komunitas. Evaluasi ini akan dilakukan melalui survei kepada warga dan perangkat desa. Hasil evaluasi akan digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan perbaikan dan pengembangan program di masa mendatang. Selain itu, tim KKN juga akan memberikan pelatihan kepada perangkat desa dalam mengelola grup WhatsApp komunitas, sehingga program ini dapat terus berjalan dengan baik meskipun setelah masa KKN berakhir.
[Gambar]
Penulis : Ariel Wisley Kurniawan
Kamis, 22 Agustus 2024
Program kerja KKN pembuatan persyaratan dokumen kependudukan di Desa Api-Api bertujuan untuk membantu warga desa dalam memahami dan memenuhi persyaratan administratif yang diperlukan untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan Akta Kelahiran. Program ini dirancang untuk memberikan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat agar lebih mudah dalam mengurus dokumen penting tersebut, sehingga setiap warga desa dapat memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Penulis : Ariel Wisley Kurniawan
Kamis, 22 Agustus 2024