Berita terbaru dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan.
Berita terbaru dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan.
Wonokerto – Pemerintah Kecamatan Wonokerto bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah dengan mendirikan posko banjir terpadu di Kantor Kecamatan Wonokerto. Posko ini menjadi pusat koordinasi penanganan darurat, pendataan warga terdampak, serta distribusi bantuan logistik kepada masyarakat.
Banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi dan meluapnya sungai di wilayah pesisir yang terdampak di 11 desa se-Kecamatan Wonokerto tendampak banjir. Desa-desa yang terdampak meliputi Pesanggrahan, Tratebang, Api-Api, Bebel, Werdi, Pecakaran, Wonokerto Wetan, Rowoyoso, Wonokerto Kulon, Sijambe, dan Semut.
Melalui Posko Banjir Kecamatan Wonokerto, pemerintah bersama unsur Forkompimcam, relawan, serta perangkat desa melakukan distribusi bantuan sembako secara bertahap dan merata kepada warga yang membutuhkan. Bantuan yang disalurkan berupa beras, mie instan, minyak goreng, gula, air mineral, serta kebutuhan pokok lainnya.
Pelaksana Tugas Camat Wonokerto, Mokhtar Khodori, S.Sos., MM menyampaikan bahwa pendirian posko banjir bertujuan untuk memastikan penanganan berjalan terkoordinasi dan tepat sasaran.
“Posko ini menjadi pusat kendali informasi dan distribusi bantuan. Kami berupaya memastikan seluruh warga terdampak di 11 desa menerima bantuan sembako sesuai kebutuhan. Kami juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan instansi terkait,” ujarnya.
Selain pendistribusian bantuan, posko banjir juga melayani pengaduan masyarakat, pendataan kerusakan rumah dan fasilitas umum, serta pemantauan kondisi debit air. Aparat TNI-Polri, tenaga kesehatan dari Puskesmas, serta relawan turut membantu proses evakuasi dan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.
Pemerintah Kecamatan Wonokerto mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi. Warga juga diminta segera melaporkan kondisi darurat melalui pemerintah desa atau langsung ke Posko Banjir Kecamatan Wonokerto.
Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan penanganan dampak banjir di Kecamatan Wonokerto dapat berjalan optimal serta mampu meringankan beban warga yang terdampak.
Kamis, 19 Februari 2026
Musrenbang Kecamatan Wonokerto Tahun 2026 Sepakati 11 Usulan Prioritas untuk RKPD 2027
Wonokerto – Pemerintah Kecamatan Wonokerto menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan ini merupakan tahapan lanjutan setelah sebelumnya dilaksanakan Pra Musrenbang, di mana telah tersaring 11 (sebelas) usulan prioritas dari desa-desa se-Kecamatan Wonokerto.
Sebelas usulan tersebut merupakan hasil forum Musrenbang Desa dan telah diinput melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Kementerian Dalam Negeri sebagai bentuk komitmen terhadap perencanaan pembangunan yang terintegrasi dan partisipatif.
Adapun 11 usulan prioritas tersebut meliputi:
Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas Camat Wonokerto, Mokhtar Khodori, S.Sos., MM menegaskan bahwa sebelas usulan tersebut telah melalui proses skala prioritas yang matang di tingkat desa dan kecamatan.
“Saya menegaskan bahwa 11 usulan ini merupakan hasil skala prioritas bersama. Besar harapan kami, melalui forum ini kita dapat menyepakati dan bersama-sama mengawal usulan tersebut agar dapat terakomodir dalam RKPD Tahun 2027,” tegasnya saat membuka acara secara resmi.
Musrenbang Kecamatan Wonokerto turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Daerah Pemilihan 3, perwakilan Bapperida Kabupaten Pekalongan, Forkompimcam Wonokerto, Kapolsek Wonokerto, Danramil Wonokerto, Komandan Pos TNI AL Wonokerto, Kepala Puskesmas Wonokerto, Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan, Korlab PLKB, Kepala KUA Wonokerto, Koordinator Penyuluh Pertanian, para Kepala Desa dan Ketua BPD se-Kecamatan Wonokerto, tokoh agama, tokoh masyarakat, keterwakilan perempuan, serta seluruh delegasi desa.
Melalui forum Musrenbang ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dalam memperjuangkan program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya infrastruktur jalan, pengendalian banjir, penerangan jalan, serta pembangunan jembatan sebagai penunjang mobilitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah pesisir Kecamatan Wonokerto.
Dengan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, Musrenbang Kecamatan Wonokerto Tahun 2026 menjadi langkah strategis dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang aspiratif, transparan, dan berkelanjutan menuju Kabupaten Pekalongan yang lebih maju dan sejahtera.
Senin, 9 Februari 2026
Senin, 10 November 2025
[Gambar]
Kamis, 16 Oktober 2025
[Gambar]
Rabu, 15 Oktober 2025
[Gambar]
Senin, 6 Oktober 2025
Wonokerto – Pemerintah Kecamatan Wonokerto bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah dengan mendirikan posko banjir terpadu di Kantor Kecamatan Wonokerto. Posko ini menjadi pusat koordinasi penanganan darurat, pendataan warga terdampak, serta distribusi bantuan logistik kepada masyarakat.
Banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi dan meluapnya sungai di wilayah pesisir yang terdampak di 11 desa se-Kecamatan Wonokerto tendampak banjir. Desa-desa yang terdampak meliputi Pesanggrahan, Tratebang, Api-Api, Bebel, Werdi, Pecakaran, Wonokerto Wetan, Rowoyoso, Wonokerto Kulon, Sijambe, dan Semut.
Melalui Posko Banjir Kecamatan Wonokerto, pemerintah bersama unsur Forkompimcam, relawan, serta perangkat desa melakukan distribusi bantuan sembako secara bertahap dan merata kepada warga yang membutuhkan. Bantuan yang disalurkan berupa beras, mie instan, minyak goreng, gula, air mineral, serta kebutuhan pokok lainnya.
Pelaksana Tugas Camat Wonokerto, Mokhtar Khodori, S.Sos., MM menyampaikan bahwa pendirian posko banjir bertujuan untuk memastikan penanganan berjalan terkoordinasi dan tepat sasaran.
“Posko ini menjadi pusat kendali informasi dan distribusi bantuan. Kami berupaya memastikan seluruh warga terdampak di 11 desa menerima bantuan sembako sesuai kebutuhan. Kami juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan instansi terkait,” ujarnya.
Selain pendistribusian bantuan, posko banjir juga melayani pengaduan masyarakat, pendataan kerusakan rumah dan fasilitas umum, serta pemantauan kondisi debit air. Aparat TNI-Polri, tenaga kesehatan dari Puskesmas, serta relawan turut membantu proses evakuasi dan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.
Pemerintah Kecamatan Wonokerto mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi. Warga juga diminta segera melaporkan kondisi darurat melalui pemerintah desa atau langsung ke Posko Banjir Kecamatan Wonokerto.
Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan penanganan dampak banjir di Kecamatan Wonokerto dapat berjalan optimal serta mampu meringankan beban warga yang terdampak.
Kamis, 19 Februari 2026
Musrenbang Kecamatan Wonokerto Tahun 2026 Sepakati 11 Usulan Prioritas untuk RKPD 2027
Wonokerto – Pemerintah Kecamatan Wonokerto menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan ini merupakan tahapan lanjutan setelah sebelumnya dilaksanakan Pra Musrenbang, di mana telah tersaring 11 (sebelas) usulan prioritas dari desa-desa se-Kecamatan Wonokerto.
Sebelas usulan tersebut merupakan hasil forum Musrenbang Desa dan telah diinput melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Kementerian Dalam Negeri sebagai bentuk komitmen terhadap perencanaan pembangunan yang terintegrasi dan partisipatif.
Adapun 11 usulan prioritas tersebut meliputi:
Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas Camat Wonokerto, Mokhtar Khodori, S.Sos., MM menegaskan bahwa sebelas usulan tersebut telah melalui proses skala prioritas yang matang di tingkat desa dan kecamatan.
“Saya menegaskan bahwa 11 usulan ini merupakan hasil skala prioritas bersama. Besar harapan kami, melalui forum ini kita dapat menyepakati dan bersama-sama mengawal usulan tersebut agar dapat terakomodir dalam RKPD Tahun 2027,” tegasnya saat membuka acara secara resmi.
Musrenbang Kecamatan Wonokerto turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Daerah Pemilihan 3, perwakilan Bapperida Kabupaten Pekalongan, Forkompimcam Wonokerto, Kapolsek Wonokerto, Danramil Wonokerto, Komandan Pos TNI AL Wonokerto, Kepala Puskesmas Wonokerto, Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan, Korlab PLKB, Kepala KUA Wonokerto, Koordinator Penyuluh Pertanian, para Kepala Desa dan Ketua BPD se-Kecamatan Wonokerto, tokoh agama, tokoh masyarakat, keterwakilan perempuan, serta seluruh delegasi desa.
Senin, 9 Februari 2026
Senin, 10 November 2025
Melalui forum Musrenbang ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dalam memperjuangkan program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya infrastruktur jalan, pengendalian banjir, penerangan jalan, serta pembangunan jembatan sebagai penunjang mobilitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah pesisir Kecamatan Wonokerto.
Dengan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, Musrenbang Kecamatan Wonokerto Tahun 2026 menjadi langkah strategis dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang aspiratif, transparan, dan berkelanjutan menuju Kabupaten Pekalongan yang lebih maju dan sejahtera.